
Foto: Fotosearch
Lagi mesra-mesranya pacaran, eh, dia tiba-tiba menghilang dan menolak dihubungi. Waduh...kita salah apa, ya... Cek 7 sikap kita yang membuat pria kabur (dan jangan ulangi lagi, dong...)
Asisten pribadi
Tanpa diminta, kita menjadwalkan acara-acara yang harus dihadiri pacar setiap weekend. Datang ke ultah Shanti, menghadiri resepsi pernikahan Andi, makan malam berdua. Kita pun nggak merasa perlu konfirmasi ke pacar apakah dia bersedia datang atau tidak. Kenapa dia takut? Belum apa-apa dia sudah kehilangan kehidupan sosialnya dengan teman-teman dan merasa terpenjara, tuh!
Berikan password-mu!
Dengan menggunakan password yang secara nggak sengaja kita dapat, kita menghapus e-mail dari teman pacar yang mengajak si dia beraktivitas di hari Sabtu. Foto-foto si dia dengan teman-teman cewek di ponselnya kita bersihkan. Kita bahkan ikut membuat status di Facebook-nya.
Kenapa dia takut? Dia nggak yakin apakah kita bisa dipercaya di kemudian hari. Repot, kan, menjalankan hubungan tanpa rasa percaya...
Cari tahu, ah!
Kita tahu beberapa, eh, banyak rahasia si dia. Kenapa dia putus denganmantannya, gaji si dia dan bahwa dulu dia pernah ‘nembak’ teman kita dan ditolak! Kita tahu semuanya dari cerita orang lain dan tidak satu pun kita dikonfirmasikan ke pacar tentang kebenarannya. Tiba-tiba melontarkannya tanpa sengaja. Kenapa si dia takut? Si dia kira kita detektif yang nggak percaya padanya. Dia akan lebih menghargai jika kita menanyakannya langsung, kok.
Di mana-mana ada
Kenapa dia takut? Dia butuh waktu untuk dirinya sendiri dan mungkin saja dia membenci kejutan. Jika kita terus membututinya, lama-lama dia akan berbohong tentang ke mana dia pergi.
Ekspresi berlebihan
Pertengkaran akibat hal sepele dengannya bisa menjadi pertengkaran sengit. Kita selalu membahas kesalahannya yang dulu-dulu. Saking kesalnya, kita memukul pacar habis-habisan, biar dia kapok! Kenapa dia takut? Bukan kapok, dia malah ketakutan. Dia khawatir lama-kelamaan kita akan memukulnya dengan lebih keras yang bisa berakibat fatal.
Lucu, sih, tapi...
Kita membuat jokes tentang pacar di depan teman-temannya. Bahwa dia anak mami atau dia takut pada kecoa. Kita juga selalu menyindir tubuhnya yang pendek dan selera musiknya yang payah. Kenapa dia takut? Selucu apa pun jokes yang kita buat, tidak semua pria bisa terima dijadikan bahan lawakan, seolah-olah dia adalah makhluk konyol yang takut pada pacar. Ego pria akan tersakiti.
Insist to be the one
Dia beberapa kali memberi sinyal ingin putus, tapi kita nggak rela. Kita coba memperbaiki hubungan dengan datang ke kantor pacar untuk makan siang bareng atau datang ke rumah pacar dan ngobrol dengan ibunya. Kenapa dia takut? Dia tahu bahwa berhubungan dengan kita berarti mimpi buruk. Dia takut akan ‘menghantuinya’ seumur hidup. Jika kita terus berkeras, si dia akan membuat keputusan putus secara sepihak dengan serta merta menghilang.(f)
Topic
#sikapwanita


