
Foto: Pixabay
Istilah sexual anorexia atau anoreksia seksual dipopulerkan dr. Patrick Carnes, seorang seksolog serta penulis buku Sexual Anorexia: Overcoming Sexual Self-Hatred. Menurut dr. Carnes, anoreksia seksual merupakan suatu kelainan psikologis serius yang dapat mengakibatkan depresi dan berbuntut perpecahan rumah tangga.
Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, dr. Carnes menyatakan, serupa dengan pengidap anoreksia makanan yang justru merasa ’kuat’ dan ’berkuasa’ apabila berhasil menolak menyantap makanan dan menentang orang-orang yang menyuruhnya makan, pengidap anoreksia seksual juga merasa bangga apabila mampu mengisolasi diri dari aktivitas seksual apa pun.
Menurut seksolog dari Klinik Salsabila, Jakarta, dr. Ryan Thamrin, istilah seksual anoreksia sebenarnya terkait langsung dengan frigiditas, yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat awam.
“Frigid atau sikap dingin di tempat tidur adalah manifestasi sikap penderita anoreksia seksual terhadap pasangannya ketika hendak bermesraan di atas ranjang. Hal ini bisa dialami oleh pria maupun wanita,“ ujar dr. Ryan.
Baca juga:
6 Hal yang Pasangan Muda Wajib Coba
Peyronie, Masalah Penis yang Dapat Mengurangi Kepuasan Seksual
3 Kontrasepsi untuk Menunda Kehamilan dan Efek Sampingnya
5 Trik Menikmati Make-up Sex
Ada beberapa penyebab munculnya anoreksia seksual. Salah satunya adalah trauma psikologis yang terjadi di masa kecil atau akibat pengalaman seksual yang tidak menyenangkan.
”Mungkin, dia pernah mengalami pelecehan seksual, atau dipaksa melakukan aktivitas seksual di luar keinginan akibat perkawinan yang dipaksakan, dan sebagainya,“ papar dr. Ryan.
”Sering kali, karena tidak mampu melawan orang yang melakukan pelecehan terhadap dirinya, anak-anak malah berbalik menyalahkan dirinya sendiri. Mereka membenci diri sendiri karena telah menarik minat seseorang untuk melakukan tindakan tersebut,“ ujar dr. Carnes.
Masalahnya, tidak semua pengidap anoreksia seksual dapat dideteksi dari luar. ”Sebab, sering kali gejalanya tertutupi oleh gejala kelainan lain. Misalnya, makan berlebihan untuk membuat diri tampil tidak menarik bagi lawan jenis, serta bekerja berlebihan untuk mengurangi waktu luang agar terhidar dari aktivitas maupun pikiran yang menjurus ke arah seks,“ jelas dr. Carnes.
Dokter Carnes menjelaskan, penyakit ini mampu muncul ke permukaan dengan mengenakan bermacam-macam ’topeng’. Walau terbilang sukar dideteksi, bukan berarti kondisi ini tidak dapat diatasi. (f)
Topic
#seks


