
Shrek dan Putri Fiona mampir ke Indonesia! Yap, untuk pertama kalinya pada 5 – 25 Mei lalu, Broadway Entertainment Group menggelar pertunjukan Shrek The Musical di Ciputra Artpreneur Theater, Lotte Shopping Avenue. Gelaran Broadway ini disutradarai oleh Stephen Sposito yang telah malang melintang di dunia teater. Indonesia menjadi negara pertama yang disinggahi sebelum mereka bertolak ke Singapura, Thailand, Taiwan, dan Hong Kong.
Cerita dalam drama musikal ini diadaptasi dari film populer produksi Dreamworks, Shrek, yang menceritakan petualangan sang ogre hijau menemukan Putri Fiona di menara kastil yang dijaga oleh seekor naga betina. Adegan dimulai dengan pembacaan narasi awal mula kehidupan mereka oleh Shrek kecil dan Fiona kecil yang dimulai dengan kalimat pamungkas, ‘Once upon a time…’
Setelah besar, Shrek (Kylie Timson) yang penyendiri menerima tawaran Lord Farquaad dari Kerajaan Duloc untuk mencari Putri Fiona (Lindsay Dunn). Tujuannya, agar Raja Farquaad mau membantunya mengembalikan para tokoh fairytales yang diasingkan ke lingkungan tempat tinggalnya. Dalam perjalanan ia bertemu dengan Donkey (Jared Howelton), seekor keledai cerewet yang akhirnya menjadi sahabatnya dan membantu dia menemukan Fiona.
Gelaran selama 2,5 jam ini mempertontonkan pertunjukan yang megah dan menakjubkan. Dilengkapi 60 pencahayaan yang dirancang dapat bergerak, serta 100 pencahayaan lampu standar. Tata panggung dan background LED terus berganti disesuaikan dengan set panggung. Menariknya kostum dan tata rias para cast sangat fantastis benar-benar membawa kita menyelami dunia dongeng. “Kami membawa 10 kontainer untuk memindahkan set dan peralatan panggung dari kota ke kota. Dan, ada 20 trailer untuk kostum, lima trailer khusus ramput palsu,” ujar tur manajer Justin Scholl.
Selain Shrek dan Fiona, tokoh fairytales lain seperti Pinocchio, Peter Pan, Ginger Bread, dan Three Piggies juga hadir dan bernyanyi dalam pertunjukan ini. Sepanjang show para cast menampilkan kualitas vokal yang prima membuat penonton terpana. Ditambah lagi aransemen lagu yang diperdengarkan sangat dramatical dengan lirik yang menarik. Karakter Shrek dan Fiona pun dibuat humoris dan tidak jaim sehingga menggugah tawa penonton. Karakter Lord Farquaad yang bertubuh mungil dan Donkey yang cerewet pun menjadi kekuatan tersendiri. Mereka sangat menghibur penonton dengan tingkah dan dialognya yang lucu.
Tak hanya lucu dan menghibur, pertunjukan ini sarat dengan pesan moral untuk saling menghargai keberagaman dan memberikan pemahaman sejak dini untuk selalu bersyukur dan menerima diri apa adanya. (f)




