
Foto: Dok. Indonesia Kaya
Musibah Covid-19 yang terjadi di tahun 2020 ini membuat banyak acara seni, khususnya seni pertunjukan panggung yang mengalami pembatalan. Hal ini memberikan dampak yang keras bagi ribuan pekerja seni di Indonesia yang menjadikan seni panggung sebagai sumber penghasilan utama mereka.
Pandemi Covid-19 pun membuat perubahan dimensional dalam dunia seni pertunjukan. Ruang pentas yang identik dengan bangunan fisik kini berpindah dalam ruang daring (online).
“Kita harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru ini agar ekosistem industri seni pertunjukan ini tetap bertahan. Menonton seni pertunjukan melalui layar gawai, laptop, maupun televisi tentu terasa berbeda dengan menyaksikan langsung di pentas atau gedung pertunjukan. Namun, ruang daring menghapus keterbatasan ruang dan memberikan kesempatan menonton yang sama bagi para penikmat seni di berbagai daerah,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Untuk mengisi waktu luang weekend ini, Indonesia Kaya bekerjasama dengan beberapa seniman dan musisi Tanah air membawa pentas seni ke rumah Anda.
1/ Biografi Puitis Chairil Anwar Dalam Lakon “Perempuan-Perempuan Chairil”
Nama Chairil Anwar, tentu sudah tidak asing lagi bagi para penikmat seni terutama, pecinta sastra. Pekan ini, melalui kegiatan #NontonTeaterDiRumahAja, para penikmat seni diajak untuk menyaksikan secara streaming rekaman biografi puitis dari penyair ternama Indonesia ini dalam pementasan Perempuan-Perempuan Chairil. Lakon ini akan ditayangkan pada Sabtu, 9 Mei dan Minggu, 10 Mei pukul 14.00 WIB di website www.indonesiakaya.com serta channel YouTube IndonesiaKaya.
Perempuan-Perempuan Chairil yang tayang ini, merupakan rekaman dari pementasan yang diselenggarakan pada 11 dan 12 November 2017 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Lakon ini menampilkan aktor terbaik Indonesia seperti Reza Rahadian sebagai Chairil Anwar, Marsha Timothy sebagai Ida, Chelsea Islan sebagai Sri Ajati, Tara Basro sebagai Sumirat dan Sita Nursanti sebagai Hapsah Wiriaredja.
Kisah yang diproduseri oleh Happy Salma dan sutradara Agus Noor ini terinspirasi dari buku berjudul Chairil karya Hasan Aspahani. Lakon ini tersaji dalam empat babak, yang menggambarkan hubungan Chairil dengan empat perempuan yakni Ida, Sri, Mirat dan Hapsah. Empat perempuan istimewa, mereka menggambarkan sosok perempuan pada jaman itu.
Ida Nasution adalah mahasiswi, penulis yang hebat, pemikir kritis dan bisa menyaingi intelektualisme Chairil ketika mereka berdebat. Sri Ajati, juga seorang mahasiswi, bergerak di tengah pemuda-pemuda hebat pada zamannya. Ikut main teater, jadi model lukisan, gadis ningrat yang tak membeda-bedakan kawan. Sumirat, juga seorang yang terdidik yang lincah. Tahu benar bagaimana menikmati keadaan, mengagumi keluasan pandangan Chairil, menerima dan membalas cinta Chairil dengan sama besarnya tapi akhirnya cinta itu kandas.
Lalu akhirnya Chairil disadarkan oleh Hapsah, bahwa dia adalah lelaki biasa. Perempuan yang memberi anak pada Chairil ini begitu berani mengambil risiko mencintai Chairil karena tahu lelaki itu akhirnya akan berubah, meskipun itu terlambat, tapi ia tahu Chairil menyadari bahwa Hapsah benar.
Empat perempuan yang tak sama, empat cerita yang berbeda. Tanpa mengecilkan arti dan peran perempuan lain, tapi lewat cerita empat perempuan ini kita bisa mengenal sosok Chairil juga dunia yang hendak ia jadikan, serta zaman yang menghidupi dan dihidupinya.
Pementasan ini juga dimeriahkan dengan hadirnya pemain pendukung yaitu Sri Qadariatin sebagai Perempuan Malam dan Indrasitas sebagai Affandi. Pementasan ini pun didukung oleh tim kerja yang solid dan profesional yaitu Iskandar Loedin sebagai Pimpinan Artistik; Ricky Lionardi sebagai Penata Musik; Prabudi Hatma Samarta sebagai Penata Video; Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Kostum; Yudin Fakhrudin sebagai Penata Rias; White Shoes & the Couples Company sebagai Pengisi Lagu; dan dr. Tompi sebagai Fotografer.
Baca Selanjutnya: 2/ Guyub Sore Bersama Oppie Andaresta
Faunda Liswijayanti
Topic
#pentasseni, #senivirtual



