Akhirnya si dia melamar dan Anda pun siap mewujudkan pesta pernikahan impian. Namun, jangan sampai euforia membuat Anda melupakan hal penting, yaitu mengetahui kondisi keuangan masing-masing. Memang, sih, masalah finansial sensitif banget buat dibicarakan. Namun, sebelum menikah justru Anda harus terbuka satu sama lain mengenai:
Penghasilan dan pengeluaran
Anda berdua harus tahu besarnya penghasilan plus pengeluaran wajib yang dihabiskan masing-masing setiap bulannya. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah menyusun rencana keuangan bersama.
Utang
Jika salah satu dari Anda memiliki utang, jelaskan rinciannya agar tidak menjadi masalah setelah menikah. Sebaiknya selesaikan urusan utang secara pribadi agar tidak memberatkan pasangan. Yang perlu diingat, jika Anda berdua nggak membuat perjanjian pranikah, utang yang dimiliki masing-masing individu akan dianggap sebagai milik bersama.
Boros atau Hemat?
Memang, sih, sifat ini sudah bisa terlihat dari kebiasaan Anda berdua selama pacaran. Namun, tetap saja Anda harus saling menjelaskan kebiasaan finansial bersama si dia. Cari tahu apa yang bisa membuat Anda berdua boros, misalnya untuk urusan otomotif atau konser.
Faktor keluarga
Apakah Anda berdua menopang keuangan keluarga? Jika iya, pastikan satu sama lain tahu besaran uang yang digunakan untuk membantu keluarga. Tujuannya agar Anda berdua bisa tahu berapa besar yang bisa digunakan untuk rumah tangga setelah menikah. (FAI/FOTOSEARCH)


