Selama ini kartu kredit bagi kita tentu nggak lepas dari diskon resto favorit sampai tempat gym atau promo tiket konser hingga pembelian gadget. Sayangnya, keuntungan yang diberikan kartu kredit ini sering membuat kita malah makin boros akibat tergiur promo. Benda yang bukan kebutuhan pun kita beli mumpung dapat diskon. Akhirnya kita malah menumpuk utang.Syarat lebih ketat
Bukan tanpa alasan bila mulai Januari 2015, peraturan penggunaan kartu kredit makin ketat. Selain harus menggunakan pin tiap kali gesek, Bank Indonesia juga membatasi jumlah kartu kredit bagi orang yang berpenghasilan Rp 3 - 10 juta, yaitu maksimal dua. Total plafon kredit dari seluruh kartu pun ‘hanya’ tiga kali pendapatan tiap bulan pengguna.
Misal, gaji kita perbulan adalah Rp 5 juta dan memiliki kartu kredit dari dua bank penerbit. Jumlah plafon kredit dari dua kartu ini pun tidak boleh lebih dari Rp 15 juta. Jika masih ada yang memiliki banyak kartu, dia akan dikirimi surat oleh Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI).
Menurut Steve Marha, General Manager AKKI, seperti yang dikutip dari Republika, terdapat 450 ribu orang dengan gaji di bawah Rp 10 juta yang punya lebih dari dua kartu kredit. Artinya, mereka wajib menutup kartu kreditnya dan hanya menyisakan dua.
Kebijakan BI lainnya, karyawan dengan gaji di bawah Rp 3 juta tidak dapat memiliki kartu kredit. Sedangkan untuk mereka yang memiliki penghasilan di atas Rp 10 juta tidak dibatasi jumlah kartu kreditnya—meski tetap ada pertimbangan analisa risiko masing-masing penerbit kartu.
Jadi pro-kontra
Pembatasan jumlah kartu kredit oleh BI ini menjadi kontroversi. Banyak pengguna yang merasa sah-sah saja bagi mereka untuk punya banyak kartu—selama mampu melunasinya.
Saat CC bertanya pada ahlinya, Farah Dini Novita, perencana keuangan dari Zeus Consulting, menilai kebijakan BI ini sudah tepat. Kebijakan ini akan mengurangi jumlah masyarakat yang gagal bayar utang atau kena kasus dikejar debt collector.
“Banyak orang dengan gaji di bawah Rp 10 juta ingin bergaya hidup seperti memiliki penghasilan puluhan juta. Ini terjadi karena kartu kredit mudah dimiliki dan dapat digesek kapan saja. Dengan kebijakan baru BI, diharapkan orang makin bijak menggunakannya,” ujar Farah
Bagaimana bila gaji kita masih di bawah Rp 3 juta? Farah menyarankan bertransaksi dengan kartu debit. Ini akan membantu kita mengontrol pemakaian uang dan menghindari utang di bulan berikutnya.
Cari tahu trik lengkap lainnya di majalah Cita Cinta No.24/XV yang terbit 1 - 15 Desember 2014 ini di toko buku terdekat dengan harga Rp 24.000 yaaa...


