Masyarakat tiap negara punya kebiasaan masing-masing dalam mengatur keuangan mereka. CC merangkum beberapa di antaranya yang bisa dijadikan inspirasi agar kondisi finansial kita lebih stabil. Simak juga tip tambahan dari Senior Advisor Janus Financial, Farah Dini Novita BA (Hons), RFA, CFP—yang biasa dipanggil Dini. Asal jangan tiru bagian negatifnya, ya!
Singapura Gemar Menabung
Berdasarkan survei Jobscentral Group, 46% warga Singapura berusia 21-30 tahun menabung lebih dari 20 % gaji mereka tiap bulannya.
Komentar Dini:
Ini merupakan contoh yang bagus dan bisa ditiru. Di Indonesia, menabung 10-15% saja dari penghasilan belum tentu dilakukan. Penting, tuh, menyisihkan uang untuk kehidupan di masa yang akan datang.
Studi Visa Consumer Payment Attitudes menunjukkan kalau 50% orang Singapura senang belanja online—paling banyak dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.
Komentar Dini:
Kepercayaan warga Singapura terhadap belanja online cukup tinggi mengingat minimnya kasus penipuan. Di negara kita, sebaliknya. Sebaiknya belanja di seller yang tepercaya atau belanja langsung di toko jika ada waktu.
Jepang Pilih Uang Tunai
Masyarakat Jepang sangat mengandalkan cash di tiap transaksi karena merasa nggak aman menggunakan kartu kredit. Mereka biasa bawa uang tunai hingga 200.000 yen saat bepergian. Apalagi, nih, hanya merchant besar yang menyediakan fasilitas pembayaran kartu kredit.
Komentar Dini:
Membawa uang tunai terlalu banyak akan berisiko dirampok. Gunakan kartu debit daripada uang tunai berlebih. Sedangkan untuk kartu kredit, nggak ada salahnya punya satu—selama bayar tagihan tepat waktu. Kartu kredit akan membuat Anda memiliki track record utang di BI. Asal track record baik, Anda lebih mudah mendapatkan pinjaman dari bank jika sewaktu-waktu membutuhkannya.
Saking menyukai cash, orang Jepang menyimpan uang di rumah dibandingkan di bank. Selain menganggap rumah cukup aman, mereka enggan menabung di bank karena bunganya yang minim.
Komentar Dini:
Menabung di rumah belum tentu aman karena berisiko dicuri, bahkan meski Anda memiliki safe deposit box. Lebih aman menyimpan di bank. Jika ingin memperoleh bunga atau keuntungan, simpan di produk investasi.
Cari tahu artikel selengkapnya di majalah Cita Cinta terbaru No. 10 yang edar 18 Mei-1 Juni 2015.
Singapura Gemar Menabung
Berdasarkan survei Jobscentral Group, 46% warga Singapura berusia 21-30 tahun menabung lebih dari 20 % gaji mereka tiap bulannya.
Komentar Dini:
Ini merupakan contoh yang bagus dan bisa ditiru. Di Indonesia, menabung 10-15% saja dari penghasilan belum tentu dilakukan. Penting, tuh, menyisihkan uang untuk kehidupan di masa yang akan datang.
Studi Visa Consumer Payment Attitudes menunjukkan kalau 50% orang Singapura senang belanja online—paling banyak dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.
Komentar Dini:
Kepercayaan warga Singapura terhadap belanja online cukup tinggi mengingat minimnya kasus penipuan. Di negara kita, sebaliknya. Sebaiknya belanja di seller yang tepercaya atau belanja langsung di toko jika ada waktu.
Jepang Pilih Uang Tunai
Masyarakat Jepang sangat mengandalkan cash di tiap transaksi karena merasa nggak aman menggunakan kartu kredit. Mereka biasa bawa uang tunai hingga 200.000 yen saat bepergian. Apalagi, nih, hanya merchant besar yang menyediakan fasilitas pembayaran kartu kredit.
Komentar Dini:
Membawa uang tunai terlalu banyak akan berisiko dirampok. Gunakan kartu debit daripada uang tunai berlebih. Sedangkan untuk kartu kredit, nggak ada salahnya punya satu—selama bayar tagihan tepat waktu. Kartu kredit akan membuat Anda memiliki track record utang di BI. Asal track record baik, Anda lebih mudah mendapatkan pinjaman dari bank jika sewaktu-waktu membutuhkannya.
Saking menyukai cash, orang Jepang menyimpan uang di rumah dibandingkan di bank. Selain menganggap rumah cukup aman, mereka enggan menabung di bank karena bunganya yang minim.
Komentar Dini:
Menabung di rumah belum tentu aman karena berisiko dicuri, bahkan meski Anda memiliki safe deposit box. Lebih aman menyimpan di bank. Jika ingin memperoleh bunga atau keuntungan, simpan di produk investasi.
Cari tahu artikel selengkapnya di majalah Cita Cinta terbaru No. 10 yang edar 18 Mei-1 Juni 2015.




