Celana jadi sempit, atau perut terlihat lebih rata? Foto ilustrasi: Pexels/Dmitriy Steinke
Mungkin di antara kamu ada yang menjadikan Ramadan sebagai bulan mencari ibadah sekaligus waktunya detoksifikasi dan menurunkan berat badan.
Tapi, setelah sepertiga Ramadan berlalu alias sudah lewat 10 hari, berat badan kamu belum juga turun, lingkar pinggang terasa makin padat, atau justru berat badan kamu naik tipis-tipis?
Tenang, kamu nggak sendirian, dan ini bukan berarti kamu gagal diet elama puasa. Faktanya, puasa bukan otomatis bikin berat badan turun kalau polanya masih berantakan.
Yuk, kita bahas kenapa hal ini bisa terjadi.
1/ Tubuh masih adaptasi
Dalam 10-14 hari pertama puasa, tubuh sedang dalam fase adaptasi. Tubuh lagi menyesuaikan pola makan berubah, jam tidur berubah, dan asupan cairan berkurang.
Kadang yang berubah duluan itu komposisi air dalam tubuh, bukan lemaknya. Jadi, angka di timbangan belum tentu mencerminkan perubahan sebenarnya.
2/ Kurang minum = retensi air
Ironis tapi nyata. Kurang minum bisa bikin tubuh menahan cairan lebih banyak. Efeknya? Berat badan terasa “nggak turun-turun” karena tubuh menyimpan air.
Karena itu, pastikan asupan cairan kamu (terutama air mineral/air putih) terpenuhi selama sahur dan berbuka puasa.
3/ “Balas dendam” saat buka puasa
Setelah seharian menahan lapar, rasanya pengin makan semuanya. Takjil manis, gorengan, minuman kekinian, lanjut makan berat, belum lagi dessert.
Masalahnya, kalori yang masuk saat 3-4 jam setelah buka bisa lebih banyak daripada kalori yang biasa kamu makan seharian. Kalau kalori tetap surplus, berat badan ya susah turun.
4/ Terlalu banyak gula
Kolak, es buah, sirop, kue manis—enak banget, tapi gula tinggi bikin lonjakan gula darah lebih cepat, kamu jadi cepat lapar lagi, dan tubuh lebih mudah menyimpan lemak.
Akibatnya, berat badan stagnan meskipun kamu merasa sudah “nggak makan seharian.”
5/ Kurang protein, terlalu banyak karbo
Kalau menu sahur dan buka cuma nasi + mi + gorengan, tanpa cukup protein (telur, ayam, tahu, tempe), tubuh bisa kehilangan massa otot.
Padahal, otot itu bantu bakar kalori lebih banyak. Kurang protein = metabolisme makin lambat.
6/ Kurang gerak karena lemas
Banyak yang jadi mager selama puasa. Habis kerja/kuliah langsung rebahan sampai sahur.
Padahal, kalau aktivitas fisik turun drastis, metabolisme juga ikut melambat. Walaupun kamu makan lebih sedikit, tubuh juga membakar lebih sedikit.
Lalu, harus gimana biar berat badan bisa lebih ringan selama Ramadan?
- Buka dengan manis secukupnya
- Prioritaskan protein saat sahur dan buka
- Tetap aktif ringan (jalan kaki, stretching, workout 20-30 menit setelah Tarawih)
- Minum cukup antara waktu buka ke sahur (bertahap, bukan sekaligus)
- Jangan obsessed sama timbangan, cek juga lingkar badan dan energi harian.
Puasa itu ibadah dulu, diet belakangan. Kalau tujuan utama kamu memang fat loss, perlu strategi, bukan cuma “nggak makan dari subuh sampai magrib.” Kamu masih punya banyak waktu sebelum Lebaran, kan.... (f)
Brianna Relisha
Topic
#ramadan


