
Foto: 123RF
Sudah hampir satu jam bayi itu diletakkan di dadanya. Bukalah matamu, ia berbisik letih. Suaranya, yang
mula-mula bertenaga, kini hampir tak terdengar lagi setelah nyaris seratus kali ia berkata dengan kalimat yang sama. Dokter muda yang menemaninya selama proses ‘penjemputan roh’ --begitu ia berpikir tentang apa yang sedang mereka lakukan- -mengulurkan tangannya untuk mengambil bayi itu dan menyudahi semuanya.
Ia mengeratkan tangannya, melindungi bayi itu dalam pelukan. Bukalah matamu, bisiknya parau bercampur rasa takut yang mulai bercambah dalam hatinya. Ia tidak mau kehilangan bayi itu. Ia tak mau melepaskan.
Dokter muda membujuknya seperti merayu anak-anak yang tak ingin menyimpan mainannya, padahal sudah waktunya untuk istirahat. Ia lebih mengeratkan pelukan kepada bayi yang makin tampak putih itu.
Ia mengecupi rambut si bayi yang tebal dan hitam. Bukalah matamu, bisiknya,
tanpa suara. Si bayi tidak pernah membuka matanya. Ia tampak begitu pulas dan akan tidur selamanya.
Topic
#fiksifemina


