
Humor bisa menjadi sarana menjalin relasi dengan rekan kerja dan selingan segar di tengah tekanan pekerjaan. Menurut Rizkiana Shadewi, Konsultan Experd, karyawan yang humoris pun tergolong mahir bersosialisasi dengan klien, karena mereka lebih fleksibel dan kreatif dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tetapi, humor juga perlu ditempatkan secara proporsional. Jangan sampai menyinggung SARA atau menjadikan masalah rekan kerja sebagai lelucon. Pilih-pilih juga situasinya. Terlalu sering melontarkan lelucon di tengah rapat atau diskusi serius tentu justru akan kontra produktif.(f)


