
Foto: Pixabay
Menjadi ajang untuk mengembangkan potensi karier dan kompetensi diri, program akselerasi dinilai dapat menjadi jalur pintas untuk mendapatkan posisi yang didambakan. Ibarat batu lompatan karier, para alumni program akselerasi yang dulunya menempati posisi staf atau administrasi, jika memenuhi kriteria dan mendapatkan rekomendasi atasan, maka dapat menduduki posisi di jabatan tingkat manajerial.
Namun, tak selamanya mereka yang berhasil lulus dari program akselerasi dapat dengan mudah naik jabatan. “Karyawan yang lulus dari Enhancement Program ini dapat jumping grade. Tapi, tentu akan disesuaikan dengan perilaku dan motivasi mereka dalam bekerja, apakah sesuai untuk mengisi posisi tersebut atau tidak,” jelas Vivid Zulprimiadanni, Human Capital Division Head Komatsu Astra Finance.
Hal serupa juga dituturkan Dian. Menurutnya, peserta program Business Course tak selalu bisa naik jabatan dengan mudah karena ada beberapa pertimbangan untuk itu. “Salah satunya adalah rekomendasi dari atasan, bagaimana perilaku dan hasil pekerjaan mereka,” paparnya.
Sementara itu, Vivid mengatakan bahwa karyawan lulusan program akselerasi ini tak kalah berkualitas dengan para lulusan MT. “Bahkan, alumni Enhancement Program ini jauh lebih mengerti tentang perusahaan, karena sebenarnya mereka sudah lebih dulu masuk ke dalam tubuh organisasi dan memulainya dari bawah,” tambah Vivid.
Karena itu, penyelenggaraan program ini harus dilakukan secara transparan dan dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh karyawan di perusahaan bersangkutan. “Karyawan lain harus memahami bahwa ada usaha ekstra dan seleksi kualitas yang ketat bagi para peserta. Semua karyawan pun paham bahwa para peserta harus melakukan project assignment yang berbeda dibandingkan karyawan lainnya,” ujar Vivid.
Baca juga:
- 6 Cara Hadapi Kompetitor di Dunia Kerja
- Ternyata Internet Lambat di Kantor Jadi Salah Satu Penyebab Stres Pekerja di Negara Maju
- Ini, Nih, Waktu yang Tepat Untuk Minta Naik Gaji!
Topic
#TipKarier


