
Gejala mengantuk juga biasanya tidak diributkan. Paling, solusinya minum kopi saja. Padahal, kopi hanya mempercepat kinerja jantung, tapi tidak menyelesaikan masalah kantuk. Mengantuk, ya, harus tidur. “Masalahnya, pada penderita sleep apnea, tidur selalu tak cukup, sebab ia berulang kali terbangun, tanpa disadari,” lanjutnya.
Bagaimana solusinya? Cek ke dokter atau ahli yang menangani gangguan tidur, jika Anda sering kali merasa mengantuk, padahal merasa tidur Anda cukup. Anda juga sering merasa lelah, sakit kepala dan ketiduran, misalnya saat membaca atau menonton. Bahkan, kepala nempel di bantal saja, sudah langsung tertidur. “Harusnya ada sleep on set atau proses menjelang tidur selama 10-20 menit sebelum Anda benar-benar tertidur,” ujar dr. Andreas.
Jika sudah menikah, sesekali minta pasangan untuk mengecek kondisi Anda tidur. Apakah Anda mendengkur? Bagaimana tingkat suara dengkurnya? Apakah saat mendekur Anda mengalami kondisi seperti tersedak?
Hingga saat ini, jelas dr. Andreas, terapi bagi penderita sleep apnea adalah dengan menggunakan masker Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). Sebelumnya, pasien diperiksa dulu tidurnya di sleep laboratory rumah sakit yang memiliki clinic disorder. Hasil lab tidur itu kemudian dicek. Benarkah ada sleep apnea? Apa jenisnya (obstruksi, sentral, atau complex apnea)? Bagaimana tingkatannya (ringan, sedang, atau berat)?
Setelah itu, baru ditentukan jenis CPAP yang tepat dan setelannya. CPAP, selain mengatasi sleep apnea, juga menurunkan risiko terkena cardio vaskular sampai 36% dan risiko terkena stroke hingga 57%. Harga perawatan dengan CPAP sekitar Rp5-Rp60 juta, sementara pemeriksaan lab tidur sekitar Rp3- Rp4 juta. “Perawatannya terlihat mahal. Tapi, bila dibandingkan dengan harga yang akan Anda bayar akibat dari sleep apnea kelak, maka harga itu tak seberapa.
Yuniarti Tanjung
Apakah Anda termaksud orang yang mempunyai masalah susah tidur? Ada solusinya, klik di sini!