Money
Kenali Pilihan Investasi (Part 2)

17 May 2013

Kebanyakan dari kita belum kepikiran untuk berinvestasi. Alasannya, sih klise: masih jauh, deh, mikirin begituan, belum ada dana lebih, atau nggak tahu caranya.

Memang, untuk memulai investasi, kita harus lebih dulu mampu menabung secara rutin. Kita harus punya tabungan darurat terlebih dahulu. Idealnya, besar tabungan darurat adalah 6-12 kali pengeluaran bulanan.

Selain itu, kita sudah memiliki asuransi untuk proteksi, misalnya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Setelah itu, barulah kita bisa merencanakan investasi. Diantaranya:

Properti
Rumah dan apartemen adalah contoh bentuk investasi ini. Kelemahannya, investasi ini paling sulit diuangkan. Untuk menjual sebuah rumah saja minimal butuh waktu tiga bulan. Jumlah pembelinya pun nggak banyak.

Jadi, kalau kita berinvestasi terlalu banyak di bidang ini, cadangan uang untuk keadaan darurat harus lebih besar.


Emas
Bisa berbentuk batangan, koin atau setifikat. Emas harganya cenderung stabil, harganya dipatok dolar AS dan jarang banget turun. Tapi harga penyimpanannya yang repot, karena jika hanya rusak secuil, akan mempengaruhi penjualan secara keseluruhan.

Selain itu, saat menjual emas, yang dihitung adalah nilai emas per gram, tanpa harga ongkos pembuatan emas (jika bentuknya perhiasan). Padahal saat kita membeli harga ongkos diperhitungkan. Tapi jual emas memang paling cepat dan gampang.

Asuransi
Jenis investasi yang lagi tren ini biasa dilakukan melalui produk asuransi. Kewajiban membayar premi per bulan, per triwulan dan per tahun membuat kita jadi berkomitmen dan nggak tergoda untuk menggunakan dana yang sudah terkumpul. Tapi dalam proses asuransi ini biasanya ada biaya tambahan yang harus ditanggung, tuh! CC


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?