Career
Happy Jadi PNS

4 Nov 2014

“Kayaknya enak, deh, jadi PNS. Kerjanya santai dan bisa datang siang.” Kalimat tentang PNS ini mungkin sudah sering kita dengar. Kesannya, nih, PNS adalah sosok pemalas yang cuma makan gaji buta. Faktanya, sih, PNS juga sama dengan karyawan swasta, yaitu perlu bekerja keras untuk memperoleh reward. Pekerjaannya juga nggak kalah menantang. Intip pengalaman mereka.

Santai berarti potong tunjangan
“Sudah hampir lima tahun saya bekerja sebagai staf di Subdit Pengendalian 1 Ditjen Penataan Ruang PU. Latar belakang pendidikan saya adalah arsitektur dan perencanaan kota, sedangkan bidang pekerjaan terkait dengan penataan ruang dengan ruang lingkup yang lebih luas. Keduanya terkait meski tidak 100% sesuai.
“Saya bertugas melakukan pembinaan terhadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil bidang Penataan Ruang di Jawa & Sumatra. Plus, melakukan supervisi teknis terhadap kinerja pemerintah provinsi dalam melaksanakan penataan ruang.

“Banyak orang yang beranggapan kalau PNS pemalas. Faktanya nggak demikian. Di institusi tempat saya bekerja, sangat sulit menemui pegawai yang bekerja santai. Sekarang, jam kerja pegawai diatur dari jam 08.00 – 16.30. Jika terlambat, akan mendapat sanksi berupa pemotongan tunjangan kinerja.
“Selain attitude bekerja secara profesional meningkat, mekanisme pengawasan penggunaan anggaran juga lebih ketat. Pola pikir pun lebih terbuka dan modern. Kantor saya kebetulan tidak ada seragam sehingga pegawai bisa tampil stylish dan profesional sepanjang waktu.

“Menjadi PNS di pemerintah pusat memberi saya kesempatan untuk memperkaya wawasan dengan dinas ke berbagai provinsi. Bahkan, saya juga mendapat beasiswa belajar di luar negeri dengan tetap mendapat gaji pokok. Tentunya, semua ini didapat jika kinerja kita bagus.” (Pipit Ardhi Putri, 29, staf Kementerian Pekerjaan Umum)

Prestasi membuka peluang

“Saat ini saya bekerja di Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Provinsi Jawa Barat sebagai staf di Bidang Pengembangan Investasi. Sehari-harinya, saya menyusun bahan kebijakan pengembangan potensi dan peluang investasi daerah.

“Dibanding dulu, fasilitas yang didapat PNS sekarang lebih banyak. Selain ada tunjangan/insentif tiap bulan, kami juga memperoleh asuransi kesehatan melalui BPJS, tabungan, dan asuransi pensiun, plus kemudahan dalam prosedur pengajuan KPR di beberapa bank. Usia pensiun juga ditambah tiga tahun, yaitu jadi 58 untuk non-struktural.

“Asyiknya jadi PNS, tuh, adalah jam kerjanya jelas. Saya bisa memanfaatkan waktu setelah bekerja untuk kuliah kelas sore. Relasi juga bertambah—baik dari sesama provinsi, pusat, maupun investor lokal dan asing. Belum lagi kesempatan untuk ikut pelatihan di luar negeri karena banyak beasiswa yang ditawarkan pemerintah.

“Seiring dengan bertambahnya fasilitas, PNS memang dituntut untuk lebih disiplin dan produktif. Tiap hari saya dan teman-teman harus absen tulis dan finger scan. Tanpa absen, insentif akan dipotong. Saya juga harus bisa menguasai ilmu selain background pendidikan karena kadang kita dituntut untuk mengerjakan pekerjaan lain.” (Sastie Yustia Dewi, 29, staf BKPPMD)

Cari tahu pengalaman selengkapnya di majalah Cita Cinta No. 22/XV yang terbit 3 - 17 November 2014 ini di toko buku terdekat dengan harga Rp 24.000 yaaa...







 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?