Mencapai posisi manajer di sebuah perusahaan memang nggak semudah membalikkan telapak tangan. Setiap perusahaan tentu punya kriteria berbeda dalam merekrut posisi manajer. Punya target untuk meraihnya tahun ini? Simak obrolan CC dengan Emilia Jakob, konsultan karier dari Experd, agar Anda sukses menjadi manajer.
Be Prepared!
Jika punya target mencapai posisi manajer, hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri. Kunci utamanya: Cari tahu kriteria yang dibutuhkan perusahaan dan mulai menganalisa diri.
“Setiap perusahaan memiliki core competence dan functional compentece. Kita harus tahu kriteria keduanya yang diharapkan oleh perusahaan di level manajer. Biasanya key behavior maupun levelling-nya sudah termasuk di dalamnya. Dari situ kita sudah bisa menganalisa diri—seberapa dekat kemampuan kita untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan. Selebihnya bisa ditanyakan langsung ke bagian yang berwenang, misalnya bagian HR,” jelas Emilia.
Nggak ada salahnya juga meminta atasan menjadi mentor Anda. Tujuannya, untuk mendapatkan pandangan objektif. Ajak atasan berdiskusi, sekaligus minta sarannya dalam merancang action plan yang tepat.
“Dalam proses promosi, yang terpenting individu melakukan tugasnya lebih dari tuntutan pekerjaannya. Ketika dipromosikan artinya kita naik ke level yang lebih tinggi. Kalau kita hanya mengerjakan tugas sesuai tuntutan jabatan dan tidak pernah mengambil tantangan yang lebih tinggi, akan sulit bagi orang lain melihat kemampuan kita untuk posisi yang lebih tinggi.”
Keterampilan maksimal
Jabatan manajer bukan berarti ‘tinggal tunjuk’ dalam bekerja. Ini sering kali disalahmanfaatkan oleh banyak orang. Menurut Emilia, seorang manajer harus memiliki keterampilan yang memadai di levelnya. Tanpa skill, seorang manajer nggak akan mampu membawa divisinya mencapai target. Berikut lima skill yang wajib dimiliki di level manajer.
Planning dan organizing
Ini salah satu kemampuan yang diutamakan, terutama dalam membuat rincian target dari manajemen untuk diterjemahkan ke dalam tugas-tugas operasional maupun rutin bagi anak buahnya. Karena itu, sebaiknya seorang manajer mempunyai kemampuan project management yang mumpuni.
Monitor dan evaluasi
Berguna untuk memastikan sejauh mana progress kerja telah berlangsung dan mengetahui hal apa saja yang perlu perbaikan. Monitor dan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dalam satu tim.
Komunikasi
Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, seorang pemimpin nggak bisa mendapatkan hasil kerja optimal. Pada level ini, komunikasi berguna untuk menyambungkan ide, kolaborasi, dan penyampaian cara kerja ke seluruh divisi sehingga nggak terjadi kesalahpahaman kinerja sementara target pun tercapai.
Baca selengkapnya di majalah Cita Cinta No.01/XVI yang terbit 12-26 Januari 2015 ini di toko buku terdekat dengan harga Rp 24.000 yaaa...
Be Prepared!
Jika punya target mencapai posisi manajer, hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri. Kunci utamanya: Cari tahu kriteria yang dibutuhkan perusahaan dan mulai menganalisa diri.
“Setiap perusahaan memiliki core competence dan functional compentece. Kita harus tahu kriteria keduanya yang diharapkan oleh perusahaan di level manajer. Biasanya key behavior maupun levelling-nya sudah termasuk di dalamnya. Dari situ kita sudah bisa menganalisa diri—seberapa dekat kemampuan kita untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan. Selebihnya bisa ditanyakan langsung ke bagian yang berwenang, misalnya bagian HR,” jelas Emilia.
Nggak ada salahnya juga meminta atasan menjadi mentor Anda. Tujuannya, untuk mendapatkan pandangan objektif. Ajak atasan berdiskusi, sekaligus minta sarannya dalam merancang action plan yang tepat.
“Dalam proses promosi, yang terpenting individu melakukan tugasnya lebih dari tuntutan pekerjaannya. Ketika dipromosikan artinya kita naik ke level yang lebih tinggi. Kalau kita hanya mengerjakan tugas sesuai tuntutan jabatan dan tidak pernah mengambil tantangan yang lebih tinggi, akan sulit bagi orang lain melihat kemampuan kita untuk posisi yang lebih tinggi.”
Keterampilan maksimal
Jabatan manajer bukan berarti ‘tinggal tunjuk’ dalam bekerja. Ini sering kali disalahmanfaatkan oleh banyak orang. Menurut Emilia, seorang manajer harus memiliki keterampilan yang memadai di levelnya. Tanpa skill, seorang manajer nggak akan mampu membawa divisinya mencapai target. Berikut lima skill yang wajib dimiliki di level manajer.
Planning dan organizing
Ini salah satu kemampuan yang diutamakan, terutama dalam membuat rincian target dari manajemen untuk diterjemahkan ke dalam tugas-tugas operasional maupun rutin bagi anak buahnya. Karena itu, sebaiknya seorang manajer mempunyai kemampuan project management yang mumpuni.
Monitor dan evaluasi
Berguna untuk memastikan sejauh mana progress kerja telah berlangsung dan mengetahui hal apa saja yang perlu perbaikan. Monitor dan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dalam satu tim.
Komunikasi
Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, seorang pemimpin nggak bisa mendapatkan hasil kerja optimal. Pada level ini, komunikasi berguna untuk menyambungkan ide, kolaborasi, dan penyampaian cara kerja ke seluruh divisi sehingga nggak terjadi kesalahpahaman kinerja sementara target pun tercapai.
Baca selengkapnya di majalah Cita Cinta No.01/XVI yang terbit 12-26 Januari 2015 ini di toko buku terdekat dengan harga Rp 24.000 yaaa...


