Foto: DES
Untuk meringankan beban para korban, Bhayangkari mendirikan posko bantuan yang dilengkapi oleh dapur umum. Selain itu menyalurkan bantuan kebutuhan wanita, dan kebutuhan anak-anak seperti alat tulis, buku bacaan, dan mainan yang berasal dari anggota di beberapa daerah di Indonesia.
“Bhayangkari dengan anggota sekitar 400 ribu orang tersebar di seluruh Indonesia. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi anggota dan organisasi wanita lain untuk melakukan aksi cepat tanggap bila terjadi bencana alam di daerah mereka,” kata Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Tri Tito Karnavian, di sela kunjungannya bersama para anggota Bhayangkari di Rusunawa Tarkim, Desa Gandasari Indah, Cilawu, Garut, Jawa Barat, Rabu (28/9/2016),
Tri mengungkapkan, sebagai istri polisi, mereka sudah terbiasa dengan kedaruratan dan tiba-tiba. Hal itu dibuktikan dengan kesigapan para anggota Pengurus Daerah Bhayangkari Polres Garut yang langsung mendirikan posko dan dapur umum di Lapangan Paris, Desa Haurpanggung sejak hari pertama pascabencana.
Bekerja sama dengan Biro Psikologi Westaria, Bandung, Polres Garut mendirikan Posko Trauma Healing di Rusunawa Tarkim yang dibantu oleh para psikolog untuk memulihkan kondisi psikis keluarga, terutama anak-anak. (f)
Baca juga:
- Bencana Banjir dan Longsor Melanda Garut, Korban Tewas Mencapai Belasan Jiwa
- Kisah dari Posko Banjir Pesantren Ekologi Ath-Thaariq: Nissa Wargadipura, Lawan Bencana Banjir Garut dengan Kearifan Lokal
- 5 Langkah yang Harus Dilakukan Saat Rumah Terserang Banjir
Topic
#BanjirGarut