ilustrasi: tania.
Alektorophobia itu apa, sih? Alektorophobia adalah sebuah fobia yang cukup langka. Siapa pun yang mengidap fobia ini akan merasakan ketakutan yang berlebihan terhadap ayam dan jenis unggas lainnya. Ya, saya ngaku, saya takut pada ayam. Jangan ditertawakan, ya?
Saya, sih, sudah biasa mendengar tawa teman-teman dan keluarga saya. Bahkan, berulang kali saya diledek oleh mereka. Mereka bilang begini nih, “Wajarlah kalau takut pada binatang yang memang punya risiko membahayakan kita. Misalnya anjing, kan bisa saja kita takut digigit, atau ular, normal saja takut ular karena punya bisa.”
Biasanya, kalau sudah disinggung-singgung soal ini, saya mempertahankan diri dengan alibi, “Tuh, buktinya kecoak innocent gitu, jumlah orang yang takut pada kecoak banyak banget.” Hmmm….
Banyak orang yang bingung kenapa saya bisa takut ayam, makhluk yang sama sekali tidak berbahaya itu. Ketakutan saya juga tidak dipicu oleh rasa trauma apa pun.
Saya tidak pernah dipatuk atau dikejar-kejar ayam. Jangankan dikejar, saya dan ayam itu bagaikan kutub magnet yang senama. Hukum alam berkata, kutub magnet senama akan senantiasa tolak-menolak. Begitu pulalah saya dan ayam. Ketika kami dipertemukan, saya berlari ke satu arah, si ayam pun berlari ke arah lain yang berlawanan. Beneran!
Ngomong-ngomong tentang makan daging ayam, banyak orang beranggapan bahwa saya akan pantang makan daging unggas karena fobia saya ini. Hal itu sama sekali tidak benar! Ayam adalah salah satu makanan favorit saya. Malah saya suka iseng memberi tahu teman-teman saya, “Yuk, kita makan ayam! Supaya jumlah ayam di muka bumi ini makin lama makin sedikit, terus punah, deh!”
Saya takut setengah mati pada ayam yang masih hidup. Tapi, kalau sudah terhidang di meja makan… wah, itu favorit saya!
Topic
#fiksi, #gadogado