Ada masanya hampir semua hal dibuat matcha: Latte, tiramisu, cookies, croissant, sampai cheesecake. Kini warna lain bermunculan di etalase pastry dan gelas minuman: ungu.
Namanya ube.
Bahan yang identik dengan kuliner Filipina ini tengah mengalami momentum global. Ube adalah jenis purple yam atau ubi ungu bernama botani Dioscorea alata. Di Filipina, ube punya posisi penting dalam budaya dessert, salah satunya melalui ube halaya, olahan ube yang dimasak bersama susu dan gula hingga menjadi semacam selai atau paste.
Baru belakangan dunia café global memperlakukannya sebagai ‘the it flavour’.
Pada 2026, warna violet ube semakin mudah ditemukan dalam sajian manis. Tak heran bila ube mulai disebut-sebut sebagai kandidat penerus matcha. Matcha punya karakter vegetal, pahit, dan berkafein. Ube justru cenderung lembut, sedikit nutty, dengan asosiasi rasa vanilla. Persamaan terbesarnya adalah magnet warna yang menarik.
Hijau berarti matcha. Ungu mulai berarti ube.
Ketika Makanan Juga Harus “Camera-Ready”
Di sinilah kolaborasi Andersen Sisters x Social Affair terasa tepat waktu.
Tiga bersaudara gen z, Jacqueline Sheering Andersen, Michelle Veronique Andersen, dan Angelynne Viorenique Andersen, tidak sekadar menempelkan nama mereka pada satu produk. Masing-masing dari lifestyle influencer merancang pasangan minuman dan dessert dengan ube sebagai benang merah.
Pemilihannya menggambarkan cara generasi muda menikmati makanan hari ini. Rasa tetap penting, tetapi tekstur, warna, dan bentuk depan kamera diperhitungkan.
Jacqueline merancang Ube Cream Cheese Latte dan Ube Dot Cake. Rasa umbi yang lembut dan lapisan cream cheese-nya menyumbang gurih.
Sementara Michelle menghadirkan Ube Coconut Cloud dan Ube Sesame Ball with Cheese Cloud Dip. Ini pasangan menarik bila melihat akar rasa ube di Asia Tenggara. Kelapa merupakan pasangan yang sangat natural untuk ube, sedangkan wijen dan cheese cloud membawanya ke wilayah kontemporer.
Angelynne mendesain Ube Mochi Latte dan Ube Chewy Cookie. Mochi dan chewy cookie memperlihatkan bagaimana pengalaman makan generasi sekarang banyak melibakan sensasi chewy.
Apakah Ube Benar-Benar “The Next Matcha”?
Kolaborasi ini menangkap pergeseran itu dalam skala Jakarta. Bukan dengan membuat ube menjadi sesuatu yang rumit, melainkan memasukkannya ke format yang sangat dekat dengan gen z.
Dan mungkin di situlah kekuatan ube saat ini. Ia punya sejarah jauh sebelum menjadi tren, tetapi adaptif untuk menjadi rasa kekinian. (f)
Corkcicle Indonesia Perkenalkan Koleksi Terbaru dan Meluncurkan Website Resmi
8 Alasan Marqen Hotel Jadi Hotel Baru Paling Mencuri Perhatian di Jakarta
Kopi Rumahan Makin Seru, Chicory Jadi Bintang Baru
Trifitria Nuragustina