Ini di luar kebiasaan. Kuhadang mereka.
Dugaanku benar, mereka membawa kabar buruk. Ladang mulai dicengkeram meriposo oro, ngengat yang masyhur dengan daya hancurnya. Meski terlihat sejak dua minggu lalu tak ada yang menduga siklus kekacauan yang mereka ciptakan akan datang lebih cepat. Musim hujan baru mengetuk pintu, tapi kawanan pupa berbulu telah siap berpesta, gerombolan ngengat dewasanya bahkan mulai kawin-mawin, dan itu semua gara-gara Panguian!
Sejak pohon cokelat pertama ditanam di pulau ini 4 abad silam, meriposo oro selalu datang bersama musim hujan, demikian penjelasan seorang peladang. Begitu ratusan telurnya yang berderet di tepi daun menetas, siapa pun harus siap jika kebun avokad, jambu mete, kenari, atau cokelatnya ranggas hingga nyaris labas. Yang tersisa kelak cuma reranting kering digelantungi kokon-kokon kuning kopong.
Namun, alam selalu adil. Mengerahkan sepasukan jamur dan serangga, para peladang berhasil melumpuhkan sang penghancur kemakmuran. Dan ilmu kuno itu terus diaplikasikan selama ratusan musim. Maka, sangat mengejutkan ketika dua minggu lalu empat ekor meriposo oro ditemukan di ladang dan Sultan tak berbuat apa pun hanya karena Panguian melarang mereka dimusnahkan!
Akhirnya kuizinkan para peladang menemui Panguian. Namun tak berguna, keputusan wanita itu tak berubah. Tak satu makhluk pun boleh menyentuh hama itu!
Topic
#fiksifemina