
Yann Martel/ Spiegel & Grau
Tiga kisah yang berkaitan dalam novel ini terjadi dalam kurun waktu nyaris seabad. Inilah perjalanan mengeksplorasi keyakinan dalam diri manusia. Menurut Martel, dalam hidup, sejatinya manusia selalu ingin berpikir rasional. Sedangkan sebuah keyakinan, baik yang kita temui saat jatuh cinta pada seseorang atau menemukan cinta pada Sang Khalik tidak selalu memberikan efek yang bisa diterima akal sehat.
Perjalanan itu dimulai pada tahun 1904, seorang pemuda bernama Tomás menemukan buku harian usang milik Pendeta Ulisse, seorang misionaris di Sao Tome, yang membuatnya berburu artefak yang disebut-sebut dapat mengubah wajah Kristen. Hasil perburuan Tomás ditemukan kembali oleh Dr. Eusebio Lozora, ahli patologi dari Portugis, tiga dekade kemudian dan memberikan jawaban atas misteri kasus pembunuhan yang ditanganinya. Tenggelam dalam duka kematian sang istri, Pete Tovy, seorang senator dari Kanada, mengunjungi kampung leluhurnya di Portugal bersama sahabat setianya, seekor simpanse, dan menemukan hasil perburuan Tomás. (f)


