Rekan kerja merupakan ‘target’ paling gampang buat dijadikan pacar. Masalahnya, nih, rekan kerja yang pdkt ke kita ternyata berstatus taken, alias sudah punya pasangan—punya pacar atau istri. Nggak mau terjebak rayuan rekan kerja hingga menjalin office romance atau affair di kantor? Begini caranya…

Pintar membedakan
Yap, kita harus bisa membedakan sikap ramah dan sinyal flirting yang dia tunjukkan. Jika Anda sudah yakin rekan kerja memang sedang pdkt, kitalah yang harus bisa menahan diri mengingat dia sudah punya pasangan. Ingat affair hanya akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
Hindari berduaan
Hentikan kebiasaan ngobrol akrab, makan siang, hingga acara pulang bareng. Segala bentuk kontak di luar pekerjaan terlarang supaya nggak ada celah si dia buat terus mendekati kita. Percayalah pada saat kita menerima bantuannya, si dia sedang membuat ‘jebakan’. There is no such thing as a free lunch, honey!
Jangan mudah percaya
Namanya juga si dia ingin memerangkap kita—meski berulang kali sudah kita tolak—pasti banyak usaha yang dikerahkan. Paling pamungkas adalah bilang kalau hubungannya dengan sang pacar sudah sejarah. Cek lagi kebenarannya supaya nggak jadi korban, ya.
Siap tanggung risiko
Jika kita (masih) nekat menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka, siap-siap menanggung sendiri risikonya. Selain jadi bahan gosip, kita akan selalu dianggap pihak yang salah karena sudah merusak hubungan. Pertimbangkan pula bila ternyata hubungan berakhir, apakah kita siap ‘bersolo karier’ di kantor karena telanjur dimusuhi?
Alice Larasati
Foto: Fotosearch

Pintar membedakan
Yap, kita harus bisa membedakan sikap ramah dan sinyal flirting yang dia tunjukkan. Jika Anda sudah yakin rekan kerja memang sedang pdkt, kitalah yang harus bisa menahan diri mengingat dia sudah punya pasangan. Ingat affair hanya akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
Hindari berduaan
Hentikan kebiasaan ngobrol akrab, makan siang, hingga acara pulang bareng. Segala bentuk kontak di luar pekerjaan terlarang supaya nggak ada celah si dia buat terus mendekati kita. Percayalah pada saat kita menerima bantuannya, si dia sedang membuat ‘jebakan’. There is no such thing as a free lunch, honey!
Jangan mudah percaya
Namanya juga si dia ingin memerangkap kita—meski berulang kali sudah kita tolak—pasti banyak usaha yang dikerahkan. Paling pamungkas adalah bilang kalau hubungannya dengan sang pacar sudah sejarah. Cek lagi kebenarannya supaya nggak jadi korban, ya.
Siap tanggung risiko
Jika kita (masih) nekat menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka, siap-siap menanggung sendiri risikonya. Selain jadi bahan gosip, kita akan selalu dianggap pihak yang salah karena sudah merusak hubungan. Pertimbangkan pula bila ternyata hubungan berakhir, apakah kita siap ‘bersolo karier’ di kantor karena telanjur dimusuhi?
Alice Larasati
Foto: Fotosearch


