Jangan langsung menganggap atasan pilih kasih ketika rekan kerja yang memiliki kemampuan akademis di bawah Anda malah naik jabatan. Bisa jadi, dia memiliki kecerdasan emosional yang jauh di atas Anda. Pasalnya, kecerdasan inilah yang sangat dibutuhkan seseorang untuk menjadi pemimpin andal. Sudahkah Anda memilikinya? Cek ciri-ciri berikut!
Peka perubahan emosi sendiri
Anda pernah merasakan suasana hati yang tadinya bagus mendadak berubah menjadi marah, bingung, atau sedih? Seseorang yang ber-EI tinggi tahu dengan pasti penyebabnya dan langsung mencari cara meluapkannya dengan tepat. Bahkan mereka akan mudah mendeskripsikan perasaannya itu kepada orang lain.
Lebih mudah berempati
Karena mampu mengenali emosinya sendiri, orang yang ber-EI tinggi juga akan paham dengan perasaan orang lain, bahkan hanya dengan melihat ekspresi wajah. Dia akan tahu kapan waktu untuk memberikan dukungan atau bantuan kepada orang di sekitarnya.
Lebih mudah move on
Setelah mengalami kegagalan, orang yang cerdas secara emosi bisa mengontrol kekecewaannya sehingga tidak sampai frustrasi. Dia paham bahwa kegagalan tersebut bisa membuatnya belajar agar tidak melakukan kesalahan serupa.
Tahu kelemahan dan kelebihan diri
Selain bisa mengenali emosi, orang yang memiliki kecerdasan emosional tahu dengan pasti apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri. Dengan begitu, dia tahu cara bekerja efektif yang bisa menonjolkan kelebihannya sekaligus menutupi kekurangannya.
Tidak peduli omongan negatif orang lain
Selama merasa dirinya benar, orang ber-EI tinggi tidak akan ambil pusing komentar negatif orang lain yang berusaha menjatuhkan. Dia pun tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang lain karena merasa nyaman menjadi dirinya sendiri.
Fanny Indriawati
Foto: Fotosearch
Peka perubahan emosi sendiri
Anda pernah merasakan suasana hati yang tadinya bagus mendadak berubah menjadi marah, bingung, atau sedih? Seseorang yang ber-EI tinggi tahu dengan pasti penyebabnya dan langsung mencari cara meluapkannya dengan tepat. Bahkan mereka akan mudah mendeskripsikan perasaannya itu kepada orang lain.
Lebih mudah berempati
Karena mampu mengenali emosinya sendiri, orang yang ber-EI tinggi juga akan paham dengan perasaan orang lain, bahkan hanya dengan melihat ekspresi wajah. Dia akan tahu kapan waktu untuk memberikan dukungan atau bantuan kepada orang di sekitarnya.
Lebih mudah move on
Setelah mengalami kegagalan, orang yang cerdas secara emosi bisa mengontrol kekecewaannya sehingga tidak sampai frustrasi. Dia paham bahwa kegagalan tersebut bisa membuatnya belajar agar tidak melakukan kesalahan serupa.
Tahu kelemahan dan kelebihan diri
Selain bisa mengenali emosi, orang yang memiliki kecerdasan emosional tahu dengan pasti apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri. Dengan begitu, dia tahu cara bekerja efektif yang bisa menonjolkan kelebihannya sekaligus menutupi kekurangannya.
Tidak peduli omongan negatif orang lain
Selama merasa dirinya benar, orang ber-EI tinggi tidak akan ambil pusing komentar negatif orang lain yang berusaha menjatuhkan. Dia pun tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang lain karena merasa nyaman menjadi dirinya sendiri.
Fanny Indriawati
Foto: Fotosearch


