Career
4 Kebiasaan E-mail Para Bos

20 Jan 2015

Kadang kita memantengi e-mail seharian karena menunggu balasan dari klien. Hasilnya, kita nggak fokus bekerja—ujung-ujungnya pekerjaan terbengkalai. Padahal menurut penelitian, nih, cek e-mail secara berlebihan akan membuat seseorang makin tertekan. Cek tip tata cara e-mail dari para bos berikut….

Tentukan waktu membalas

Daripada memantengi inbox e-mail tiap waktu, lebih baik tetapkan waktu untuk membalas e-mail. Misalnya, pukul 9 pagi saat baru tiba, pukul 1 setelah jam makan siang, dan pukul 16.30 menjelang jam pulang. Trik ini diterapkan Jacob Bank, CEO dari applikasi kalender Timeful.

Untuk kebutuhan tidak mendesak

Respon klien atau atasan melalui e-mail tidaklah selalu cepat. Jika kita butuh informasi segera atau harus mengambil keputusan penting, janganlah ragu untuk menggunakan telepon, seperti kebiasaan Bobbi Brown, makeup artist sekaligus editor lifestyle majalah Health.

Tentukan prioritas
Tara Stiles, instruktur yoga sekaligus penulis Make Your Own Rules Diet, mengaku selalu membalas e-mail berdasarkan tingkat prioritas. Balas pesan-pesan penting, lalu respon e-mail yang tidak terlalu mendesak saat kita sudah tidak lagi terlalu sibuk. Ketika mengirim email, dia juga menulis subject dengan tambahan tanda seru jika bersifat mendesak.

Buat folder
Kelompokkan e-mail menjadi folder-folder tertentu. Misalnya: keluarga, pekerjaan, pengobatan, hobi, dan lain-lain, seperti saran Kathy Kaehler, celebrity trainer sekaligus penulis Sunday Set-Up. Dengan begitu, kita bisa delete e-mail lama berdasarkan folder sekaligus, atau menambahnya. Akan lebih hemat waktu, tuh.






 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?