Format baru yang memadukan lebih banyak pilihan hidangan, termasuk hidangan signature resto ini, sulit untuk kamu lewatkan. Begitu pula pengalaman tableside service yang tak kalah menarik.
Konsep baru yang menggabungkan cita rasa internasional dengan hidangan Indonesia favorit ini dipimpin oleh Chef Timothy Styven, Chef de Cuisine Bel Étage. Fokusnya adalah culinary craftsmanship, pengalaman interaktif, dan momen bersantap yang bisa dinikmati bersama.
Salah satu perubahan yang paling terasa hadir dari area kuliner Indonesia. Selain sajian khas yang sudah dikenal, kini terdapat traditional carts alias gerobak dorong yang menyajikan Siomay Bandung (wajib coba!), Chicken Satay, dan Sate Maranggi (lembut banget!).
Kamu bisa memulai brunch dengan meracik salad sendiri di area salad, yang menawarkan bermacam pilihan sayuran serta dressing. Kamu bisa mengaduknya langsung di mangkuk kayu yang tersedia, sebelum memindahkan ke piring kamu.
Setelah itu, area kuliner Jepang dengan hidangan boga bahari segar bisa kamu lirik. Bicara soal boga bahari, di dekat pintu masuk terpampang deretan boga bahari alias seafood segar. Area ini melengkapi Oyster Station yang telah menjadi salah satu sajian khas Bel Étage.
Pencinta makanan Italia mendapatkan lebih banyak pilihan. Area kuliner Italia menghadirkan pizza artisanal, pasta siap santap, serta pilihan pasta yang dibuat sesuai pesanan menggunakan jenis pasta yang tidak biasa, seperti beetroot strozzapreti, spinach linguine, dan mafalde. Rasanya lezat, visualnya menggemaskan!
Sementara itu, sajian Western diperkuat Carving Station, menawarkan crispy pork belly, roast beef, ayam, dan bebek, komplet dengan pilihan pendamping. Area ini bisa jadi favorit kamu yang mengutamakan menu kaya protein. Tersedia pula ikan hasil tangkapan nelayan Lombok.
Di area kuliner Tiongkok, kamu bisa mencicipi comforting soups, handcrafted dim sum, serta menu klasik lainnya.
Weekend Brunch ini tentunya tidak melupakan Cheese Room, satu ruangan yang didedikasikan untuk aneka keju artisanal mancanegara, bersama biskuit, bermacam rasa madu, serta buah-buahan.
Ada pula Guéridon Service yang menghadirkan unsur theatrical dining ke meja. Salah satu sajian yang ditawarkan adalah Lobster with Waldorf Salad, yang dapat dipadukan pilihan Thai chili dressing, pico de gallo, atau mignonette.
Untuk dessert, kamu bisa mencoba Chocolate Profiteroles diracik langsung di meja secara à la minute dengan pilihan saus dark-, milk-, atau white chocolate. Nyam!
Area dessert jadi keseruan tersendiri untuk dieksplorasi, karena kini memiliki presentasi dan tata letak baru. Dessert Tower sangat menggoda, begitu pula ‘hamparan’ dessert tematik—seperti berbagai dessert dengan pisang saat Femina mencoba Weekend Brunch.
Pengalaman brunch ini tidak cuma tentang pilihan makanan. Bel Étage menghadirkan jamu serta pilihan handcrafted mocktails yang lebih beragam.
Menurut Chef Styven, pembaruan ini tetap mempertahankan elemen-elemen yang sudah dikenal para tamu, sekaligus memberikan lebih banyak variasi, interaksi, dan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baru dalam setiap kunjungan.
Weekend Brunch di Bel Étage tersedia setiap Sabtu dan Minggu, pukul 12.00-15.00 WIB. Jangan lupa reservasi dulu agar kamu tak perlu antre. (f)
Baca juga:
Sentuhan Tiga Budaya dalam Sajian Afternoon Tea Terbaru di The St. Regis Jakarta
Solène Merajut Hangat Mentari Provence di Jantung Jakarta
Koktail Terbaru di The St. Regis Bar Jakarta, Tribute untuk Era Keemasan Musik Jazz
Zornia Harisantoso
Topic
#kuliner