Foto: TN
Clothing line lokal, Cotton Ink, bahkan pernah mengadakan temu desainer dan penggemar terpilihnya dalam acara bertagar #cottoninkbrunch. Sang desainer, Ria Sarwono, menginisiasinya setelah membuka butik perdananya di bilangan Kemang. Karena tak memiliki dapur mandiri, mereka menggandeng Umabo, restoran yang dirancang G48, pebisnis online Dulcet Pattiserie dan toko dessert Pannacotta Etc-Pacific Place. Di suatu wawancara di majalah Dewi, Ria menyebut acara ini sebagai ajang melepas kangen dengan teman terdekat. Ia memilih makanan ringan yang mengenyangkan, ditutup dengan dessert.
Toko baju dan perlengkapan lifestyle lokal, Goods Dept., juga tak ketinggalan memperkenalkan Weekend Brunch di Goods Diner SCBD, selama pukul 08.00 - 16.00 WIB. Goods Diner lekas menjadi salah satu lokasi brunch pilihan yang santer dilansir banyak media.
Para wanita urban juga saling berjanji di Common Grounds, menyesaki Valentine Brunch sekian bulan lalu karya Stephani Gondosiswanto di Common Grounds Coffee Roasters. Common Grounds adalah third wave coffee shop di Jakarta yang ikut memopulerkan brunch. Ada suatu masa di mana kalangan hipster berlomba-lomba mengunggah foto Egg Benedict Common Grounds, versi yang disebut-sebut salah satu yang terbaik.
Media sosial ikut andil di dalam tren. Pengunggah foto suasana brunch - dari foto makanan hingga tawa lepas yang terekam di tengah santap- menjadikan brunch sebagai jurus figur kreatif untuk mendekati komunitasnya.
Kapanpun ada kesempatan untuk merayakan hidup, sebagaimana kala Valentine tadi, di situlah brunch ada. Saat Natal, Thanksgiving, tahun baru, dan Paskah, muncul tawaran makan brunch di mana-mana. Aaahh, orang Jakarta lihai mencari cara memaafkan kesibukan lewat sebuah brunch.
Trifitria Nuragustina