Lalu besok datang, kerjaan menumpuk, hujan turun, kasur terasa terlalu nyaman, dan olahraga kembali masuk daftar nanti-nanti. Begitu terus siklus kemageran kamu vs. niat olahraga.
Kalau kamu tersentil premis di atas, mungkin masalahnya bukan kamu nggak mau olahraga, tetapi kebiasaan menundanya yang perlu dibuang.
Coba tiga langkah ini—siapa tahu bulan depan olahraga sudah masuk jadwal rutin kamu....
1/ Turunkan target, bukan niat
Kamu nggak harus langsung olahraga satu jam. Mulai saja dari durasi yang terasa realistis, misalnya jalan kaki, stretching, atau latihan ringan selama beberapa menit.
Target kecil bikin olahraga terasa lebih mudah dimulai daripada membayangkan sesi panjang yang sudah bikin malas sebelum bergerak.
Kalau olahraga selalu menunggu mood datang, jadwalnya bisa-bisa nggak pernah mulai.
Tentukan waktu yang paling realistis di tengah rutinitas—sebelum kerja, setelah pulang kantor, atau saat akhir pekan—lalu perlakukan seperti agenda lain. Yang dicari bukan waktu yang sempurna, tetapi waktu yang paling mungkin dijalani.
3/ Siapkan semuanya dari malam sebelumnya
Sepatu olahraga, baju, botol minum, atau matras bisa disiapkan lebih dulu. Semakin sedikit keputusan yang harus dibuat saat waktunya olahraga, semakin kecil peluang munculnya alasan untuk menunda.
Kalau mau olahraga setelah pulang kerja, misalnya, bawa pakaian olahraga sejak pagi. Beres, kan? (f)
Baca juga:
Belajar dari Maraton, Daffa Wardhana Lebih Tenang Hadapi Tantangan
3 Latihan Ini Bisa Dipilih untuk Mengurangi Perut Buncit
3 Minuman Segar untuk Dinikmati Saat Cuaca Panas Bulan Ini
Brianna Relisha