Kesibukan para manusia urban memang membuat kita jarang menghabiskan waktu di meja makan bersama keluarga atau menjamu teman-teman.
Kenangan masa kecil di Wina, Austria, ketika sang ibu mengundang komunitas diplomat di Wina menikmati hidangan Korea jadi pemantik Chef Narae Hahn mendirikan BanJoo, restoran Korea kontemporer di Kompound, Jakarta Selatan.
Dalam Bahasa Korea, “Ban” berarti meal atau santapan, dan “Joo” berarti minum. BanJoo merefleksikan budaya Korea yang berkumpul di satu meja (makan), berbagi makanan, percakapan hangat, dan momen berkesan bersama.
Chef Narae Hahn, yang memiliki beberapa resto di Seoul dengan berbagai konsep, menghidupkan budaya makan beramai-ramai yang akrab di BanJoo, dengan sajian soul food modern Korea.
Hampir semua bumbu ia olah dari nol, seperti kecap asin. “Sebisa mungkin saya memakai gula dari buah-buahan seperti plum dan apel,” jelas Chef Narae.
Femina mencicipi beberapa andalan dari chef cantik yang menggubah hidangan Korea yang kita kenal menjadi lebih elevated namun tetap familiar dalam acara makan siang yang hangat.
Sambil menanti makanan disiapkan, Femina mencoba camilan ringan yang lezat. Ada Korean Chips yang renyah (Lotus yang tidak asin dan Seaweed), Spicy Tuna Tartare yang gurih dan sedikit pedas, dan Truffle Potato Jeon yang nagih.
Sebagai hidangan pembuka, Chef Narae menyajikan Abalone Gamté, Bulgogi Chamnamul Salad, Rosé Baby Octopus Tokpoki, Anchovy Chicken, dan Arong Beef Sooyuk.
Abalone Gamté adalah sajian mi dingin dengan abalone yang lembut dan Job's tears (serelia sejenis barley). Gamté adalah mi yang dibuat dari rumput laut di musim dingin. “Hanya ada selama 3 bulan,” kata Chef Narae.
Abalone di BanJoo diambil dari Wando, perairan yang alami dan kaya nutrisi, dengan rumput laut berkualitas tinggi. Karena rumput laut adalah makanan abalone, maka Abalone Gamté seperti cerita sebuah rantai makanan sekaligus homage untuk kekayaan laut Korea.
Dan rasa Abalone Gamté saat dimakan memang begitu umami, yang menurut Chef Narae, “Mix of the whole ocean.” Nyam!
Sementara Arong Beef Sooyuk adalah gubahan Chef Narae dari hidangan kerajaan. Kekuatannya ada pada kaldu yang menyiram semua rebusan–daging sapi, jamur dan sayur-sayuran.
“Hidangan kerajaan cenderung tidak berbumbu terlalu kuat, karena anggota keluarga kerajaan tidak boleh sakit perut,” cerita Chef Narae, yang langsung bikin kita teringat drakor Bon Appétit, Your Majesty.
Setelah pembuka, hidangan utama hadir untuk dinikmati bersama. Ada Gochujang Butter Bibimbab yang enak dan lembut–nasinya adalah barley rice, dan saus gochujang dibuat Chef Narae dari stroberi Korea. So yummy!
Selanjutnya adalah Woodae Galbi Steak yang sulit ditolak (daging dimarinasi selama 16 jam), begitu pula Doenjang Pasta. Doenjang Pasta yang menginjeksikan pengalaman Chef Narae besar di Eropa ini diberi topping bayam dan pine nut (“kacang sultan”). Rasanya gurih dengan sedikit manis.
Bulgogi Perilla Pasta jadi hidangan utama terakhir. Diperkaya bubuk perilla yang memberikan cita rasa creamy, pasta ini sungguh menggugah lidah.
Makan siang diakhiri dengan Hotok & Black Sesame Ice Cream. Hotok atau hotteok, kue beras jajanan khas Korea di musim dingin yang crispy sekaligus chewy, disajikan dengan es krim homemade–paduan rasa manis sebagai penutup sempurna.
Buat yang suka makgeolli, Makgeolli Classic di BanJoo boleh dicoba–rasanya cukup nendang. Kata Chef Narae, Kim Seon-ho menghabiskan tiga gelas di sini saat fan meeting April lalu.
Tak sabar untuk kembali lagi ke meja makan ini! (f)
BANJOO
Kompound
Jln. Wolter Monginsidi No.6
Jakarta Selatan
Jam operasional:
Senin-Sabtu: 11.00-22.00 WIB
Minggu: 10.00-21.00 WIB
Baca juga:
Mulai Juni, Animale Kembali Sajikan Sunday Roast
Di Sugar & Spice, Warisan Kuliner Jalur Sutra Jadi Menu Sabtu Malam
Menu Baru dan Favorit di Burger & Lobster Jakarta Siap Rayakan World Burger Day Tahun Ini
Zornia Harisantoso
Topic
#koreancorner, #kuliner