Di momen perayaan 20 tahunnya, Senayan City mempersembahkan Glorify Indonesia 2026, program tahunan yang kali ini berkolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia menghadirkan instalasi budaya Weaving Archipelago.
Weaving Archipelago jadi ajakan Senayan City untuk mengeksplorasi keindahan tenun tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa, sekaligus memberikan apresiasi kepada para perajin yang terus menjaga tradisi tersebut.
Dirancang oleh Rina Renville, instalasi Weaving Archipelago mengusung konsep Rajutan Nusantara, menampilkan keberagaman Indonesia dalam satu ruang—mengalir seperti lautan dan saling terhubung seperti pulau-pulau yang membentuk Nusantara serta dikelilingi pegunungan.
Di instalasi yang ada di lantai dasar mall premium di Jakarta itu, kita bisa melihat karya para perajin tenun dari 10 daerah di Indonesia—dari Sumatra hingga Sulawesi—yang menjadi bagian dari program pelatihan Cita Tenun Indonesia.
Sejumlah total 20 kain yang dipamerkan telah dikurasi dan diperkaya melalui interpretasi para creative contributors—Auguste Soesastro, Chossy Latu, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Era Soekamto, Eridani, Priyo Oktaviano, Sebastian Gunawan, dan Wilsen Willim.
Setiap helai tenun merepresentasikan kekayaan tradisi, filosofi, dan keterampilan yang diwariskan lintas generasi, menunjukkan bagaimana warisan budaya terus hidup dan menemukan relevansinya di masa kini.
Melalui Glorify Indonesia 2026, Senayan City mengajak masyarakat melihat tenun dari perspektif yang lebih utuh—bentuk representasi dedikasi, keterampilan, dan perjalanan panjang para perajin, para kreator, serta berbagai pihak yang bersama-sama memastikan tradisi tersebut terus hidup lintas generasi.
Semangat inilah yang kemudian diwujudkan melalui penganugerahan Infinite Merit Award 2026 kepada Cita Tenun Indonesia, sebuah penghargaan yang telah ada sejak 2006.
“Melalui Glorify Indonesia dan Infinite Merit Award, kami ingin memberikan penghormatan kepada mereka yang selama ini menjaga, merawat, dan memastikan kekayaan budaya Indonesia terus hidup, berkembang, serta menginspirasi generasi berikutnya,” ujar Halina, Leasing & Marketing Communications Director Senayan City, mengutip rilis pers.
Cita Tenun Indonesia (CTI) adalah organisasi nirlaba yang selama bertahun-tahun berkomitmen melestarikan tenun tradisional Indonesia melalui pemberdayaan para perajin, edukasi, pengembangan kualitas, serta kolaborasi lintas sektor.
Bagi CTI, pelestarian tenun bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga memastikan para perajin beserta komunitas di baliknya terus bertumbuh dan memiliki masa depan yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk Cita Tenun Indonesia, melainkan juga untuk seluruh perajin tenun di Indonesia yang dengan ketekunan dan dedikasinya terus menjaga warisan budaya ini agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang,” ujar Intan Fauzi, Sekretaris Jenderal Cita Tenun Indonesia.
Kamu bisa melihat keindahan tenun Indonesia dari 10 daerah tersebut di instalasi Weaving Archipelago yang ada di Promenade Senayan City (Ground Floor), dan berlangsung hingga 29 Agustus 2026. (f)
Zornia Harisantoso