Saya menyukai suasana hening, karena memberi saya ketenangan dan kedamaian. Saya menemukan inspirasi dalam keheningan. Satu demi satu karya-karya saya lahir. Saya berumur sebelas tahun ketika tulisan pertama saya yang berjudul “Belajar Naik Sepeda”, dimuat di tabloid Hoplaa. Tulisan pertama ini melecut saya untuk rajin menulis cerpen.
Kala itu saya belum mempunyai komputer. Ada banyak cerpen yang saya tulis tangan di kertas folio. Saya baru mendapatkan komputer ketika saya SMA, dan itu jadi penyemangat saya untuk menulis. Banyak tulisan yang sudah saya hasilkan, dari cerpen hingga novel. Tidak semuanya bisa diterbitkan.
Berkali-kali mendapat penolakan tidak membuat saya patah semangat untuk terus menulis. Bahkan, beberapa tulisan yang telah ditolak, saya simpan untuk sewaktu-waktu saya tawarkan lagi kepada penerbit. Tahun 2004, saya berhasil menerbitkan novel pertama saya yang berjudul Coklat Valentine.