Trending Topic
Memaknai Arti Lagu MIC Drop dan Aliens dari BTS

30 Jul 2026

Dalam MV Normal: Menolak dikotak-kotakkan sesuai wilayah di Grammys. Foto: Dok. BigHit


Meraih Grammy Awards jadi mimpi besar banyak musisi di seluruh dunia, nggak terkecuali BTS. Namun mimpi itu rela mereka singkirkan sementara demi kesetaraan di industri musik.

Padahal album comeback mereka, Arirang, digadang-gadang sebagai salah satu calon kuat menyapu Grammys tahun depan. Lagu-lagunya kuat—Swim, Body to Body, Hooligan, Normal—dan albumnya sendiri dinilai lebih berani dan eksperimental.

Pada 29 Juli 2026, melalui akun pribadi setiap membernya, mereka mengumumkan dalam Bahasa Korea bahwa nggak akan mengajukan karya mereka ke Grammy Awards 2027. 

Meski para member nggak menyebutkannya, pengamat musik dan fans mengatakan bahwa keputusan BTS ini bisa jadi karena mereka menolak keberadaan kategori baru dari Grammys, Best Asian Pop Music Performance, yang baru diumumkan pada 16 Juni 2026. 

RM, Jin, Jimin, Suga, J-Hope, V, dan Jung Kook mengatakan bahwa musik seharusnya dinilai dari kualitas, bukan dipisahkan berdasarkan asal wilayah atau bahasa.

Keputusan itu langsung bikin internet ramai. Ada yang menyebut BTS sedang melakukan boikot, ada pula yang menganggap ini adalah bentuk protes paling elegan yang pernah dilakukan grup K-pop terbesar di dunia.

Keputusan ini sendiri memang bukan dari manajemen HYBE, karena HYBE tetap mendukung artis mereka lainnya yang mau mengajukan karyanya ke Grammy Awards.

Kalau dipikir-pikir, keputusan ini terasa sangat “BTS.” Jauh sebelum drama Grammys terjadi, mereka sudah pernah “menyerukannya” lewat lagu.

Masih ingat MIC Drop? Lagu yang dirilis pada 2017 dan ikut ditulis oleh RM dan J-Hope itu adalah simbol percaya diri BTS setelah berkali-kali diremehkan industri musik Barat. Liriknya bukan sekadar flexing, melainkan pernyataan bahwa mereka nggak lagi membutuhkan validasi siapa pun.

Istilah mic drop sendiri identik dengan momen ketika seseorang selesai bernyanyi, lalu menjatuhkan mikrofon sebagai tanda “pertunjukan selesai.”

Advertisement
Hampir satu dekade kemudian, keputusan nggak mengirimkan lagu ke Grammys terasa seperti versi nyata dari momen itu. Nggak usah ngomong panjang-lebar, cukup: Kami ingin musik dihargai apa adanya.

Dan kalau MIC Drop adalah bentuk perlawanan terhadap keraguan orang lain, lagu terbaru mereka, Aliens, justru berbicara dari POV yang lebih personal.

Alien (RM, J-Hope, Suga dan Jung Kook ikut menulis) menggambarkan perasaan menjadi “orang asing”—berbeda, sulit dipahami, bahkan kadang merasa nggak benar-benar punya tempat. Lagu itu berbicara tentang identitas dan bagaimana seseorang tetap berusaha diterima tanpa harus mengubah dirinya.

Ironisnya, tema itu terasa relevan dengan situasi Grammy Awards sekarang.

Bukan takut kalah, tapi nggak ingin dibedakan dengan musisi dari belahan dunia lainnya. Foto: Dok. BigHit

Ketika tercipta kategori khusus Asian Pop, banyak yang melihatnya sebagai bentuk representasi. Namun bagi BTS (dengan konteks Grammy Awards), label semacam itu justru berisiko membuat musisi Asia tetap berada di “ruangan terpisah,” ketimbang bersaing di panggung yang sama dengan semua artis dunia. 

Recording Academy (Grammys) menegaskan bahwa kategori baru ini dibuat untuk memperluas apresiasi terhadap musik Asia, bukan membatasi peluang artis di kategori utama. 

Mengutip Reuters, CEO Grammys, Harvey Mason Jr., juga mengatakan dirinya sedih atas keputusan BTS dan berharap grup tersebut kembali berpartisipasi di masa depan—walaupun dua penampilan BTS di Grammys membawakan Dynamite dan Butter di-take down dari akun Instagram @grammy.

Di era ketika validasi sering dianggap sebagai tujuan akhir, BTS justru mengingatkan bahwa identitas dan keyakinan bisa lebih berharga daripada sebuah piala.

Dan kalau ARMY melihat benang merahnya, mungkin ini bukan cerita tentang Grammys sama sekali.

Ini adalah kelanjutan dari cerita yang sudah mereka tulis sejak MIC Drop, lalu diperdalam lewat Aliens—tentang menjadi berbeda, tetap berdiri tegak, dan nggak membiarkan siapa pun menentukan bagaimana musik mereka seharusnya dihargai.

Seolah-olah Aliens bertanya, “Kenapa kami masih dianggap berbeda?” Lalu MIC Drop menyambung pertanyaan itu, “Kalau begitu, kami memilih pergi.” (f)
 


Topic

#koreancorner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?