Trending Topic
Paus Fransiskus Berpulang, Perdamaian Jadi Pesan Terakhirnya

21 Apr 2025


Selamat jalan Paus Fransiskus.. Foto Dok. AFP

Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan, meninggal dunia di Vatikan, pada 21 April 2025. Kabar duka ini langsung disampaikan di akun Instagram resmi Vatikan, @vaticannews. Paus Fransiskus  meninggal dunia pada pukul 09.45 waktu Vatikan di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan. 

Paus Fransiskus berpulang tepat sehari setelah hadir di Lapangan Santo Petrus untuk mengucapkan selamat Paskah di depan ribuan umat Katolik. Kemunculan Paus ini merupakan sebuah kejutan bagi umat yang hadir saat itu. Paus Fransiskus sebenarnya tidak dijadwalkan untuk menghadiri perayaan tri hari suci. Namun keinginan yang sangat besar, Paus Fransiskus ingin tetap menyapa umat dengan menggunakan kursi roda. 

"Tak ada perdamaian tanpa kebebasan beragama, kebebasan berpikir, kebebasan berekspresi, dan rasa hormat terhadap pandangan orang lain," jadi pesan Paskah terakhir Paus Fransiskus, yang terlahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio.

Lonceng berdentang di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, yang menandakan sang pemimpin tercinta umat Katolik di seluruh dunia ini telah berpulang. Mengutip BBC, banyak orang yang hadir di Lapangan Santo Petrus, antara lain dari India, Afrika Selatan dan Denmark. 

Pada bulan September 2024, Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia, dan mengunjungi Masjid Istiqlal didampingi oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Kunjungan ini menjadi sejarah dan kenangan yang tak akan terlupakan bagi bangsa Indonesia. 

Beberapa bulan terakhir kondisi kesehatan Paus Fransiskus, yang lahir pada 17 Desember 1936 ini, sempat memburuk sehingga ia harus mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit. 

Advertisement
Pada 14 Februari lalu, Paus Fransiskus dibawa ke Rumah Sakit Gemelli di Roma untuk dirawat karena pneumonia di kedua paru-parunya. Dia mengalami kesulitan bernapas selama beberapa hari. Paus Fransiskus memang sangat rentan terhadap pneumonia setelah menjalani pengangkatan sebagian paru-paru saat masih muda.

Lalu, bagaimana proses pemakaman Paus Fransiskus? Sepertinya Paus Fransiskus yang berasal dari Argentina ini sudah merasakan tanda-tanda bahwa dirinya akan berpulang. Baru-baru ini Paus Fransiskus sempat berpesan bahwa jika meninggal, ia ingin dimakamkan secara sederhana; berbeda dari tata cara pemakaman Paus pada umumnya yang terbilang rumit. 

Para Paus sebelumnya dimakamkan dalam tiga peti yang terbuat dari kayu cemara, timah, dan oak. Sementara Paus Fransiskus memilih peti mati kayu sederhana yang dilapisi seng. Paus juga telah menghapus tradisi menempatkan jenazah Paus di atas panggung yang ditinggikan, dikenal sebagai catafalque, di Basilika Santo Petrus untuk disaksikan oleh publik.

Sebagai gantinya, para pelayat akan diundang untuk memberikan penghormatan terakhir, sementara jenazahnya tetap berada di dalam peti mati dengan penutup dibuka. Rencananya, jenazah Paus Fransiskus akan disemayamkan di Basilika St Mary Major, salah satu dari empat basilika kepausan di Roma.

Selamat jalan, Paus Fransiskus.... (f)

Baca juga:
Conclave: Ketika Pemilihan Paus Jadi Arena Pertarungan Ambisi dan Kejujuran
Kisah Keluarga Rayakan Natal dengan Misa Online, Tak Kehilangan Makna Beribadah
Bisakah Misa Online Sekhusyuk Misa Di Gereja?


Bennita Luisa


Topic

#feminaindonesia, #pausfransiskus

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?