Rasanya wajar kalau banyak orang, seperti kita, ujung-ujungnya merasa lelah secara mental menghadapi situasi yang terasa semakin nggak menentu.
Meski begitu, bukan berarti kita harus menghabiskan energi untuk marah dan cemas sepanjang hari. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental tanpa harus menutup mata dari realitas.
Yuk, coba kita praktikkan pelan-pelan....
1/ Batasi doomscrolling
Mengikuti berita itu penting, tetapi mengonsumsi informasi tanpa henti justru bisa membuat otak merasa selalu berada dalam mode siaga.
Coba tentukan waktu khusus untuk membaca berita, misalnya 15-20 menit pada pagi atau sore hari. Setelah itu, hindari terus-menerus menyegarkan lini masa untuk mencari kabar terbaru.
Bukan berarti kamu nggak peduli. Justru dengan membatasi paparan informasi, kita bisa lebih fokus memahami isu daripada sekadar tenggelam dalam kecemasan.
2/ Cari ruang untuk mengeluh
Mengeluh sesekali adalah hal yang sehat. Yang nggak sehat adalah ketika keluhan berubah menjadi siklus tanpa akhir yang membuat kita semakin frustrasi.
Ceritakan kekhawatiran kepada teman yang dipercaya, keluarga, atau komunitas yang suportif. Setelah itu, arahkan percakapan ke hal yang lebih konstruktif: Apa yang bisa dilakukan sekarang?
Kadang yang dibutuhkan bukan solusi instan, melainkan perasaan bahwa kita nggak sendirian dalam menghadapi semuanya.
3/ Jangan tunda kesenangan kecil
Padahal, menikmati segelas kopi favorit, membaca buku, menonton film, olahraga, atau berjalan kaki di taman bukanlah bentuk pelarian. Itu adalah cara mengisi ulang energi agar kita tetap bisa menjalani hari dengan baik.
Kesenangan kecil memang nggak akan menyelesaikan masalah negara, tetapi bisa membantu menjaga kesehatan mental kita saat menghadapinya.
4/ Ubah kesal jadi aksi nyata
Merasa kesal terhadap situasi sekitar sebenarnya bisa menjadi energi yang produktif jika diarahkan dengan benar.
Misalnya, dengan menjadi relawan, mendukung usaha lokal, ikut kegiatan komunitas, membantu teman mencari pekerjaan, atau sekadar menjadi warga yang lebih aktif dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Nggak semua perubahan harus berskala nasional. Banyak perubahan besar justru dimulai dari tindakan kecil yang konsisten.
5/ Nggak harus terus optimistis
Nggak ada kewajiban untuk selalu optimistis ketika situasi memang sedang sulit. Merasa kecewa, marah, atau khawatir adalah respons yang manusiawi. Namun, menjaga kesehatan mental bukan berarti mengabaikan kenyataan.
Justru dengan pikiran yang lebih tenang, kita bisa melihat keadaan dengan lebih jernih, mengambil keputusan yang lebih baik, dan tetap menjalani hidup tanpa terus-menerus dikuras oleh hal-hal yang nggak bisa kita kendalikan.
Satu lagi, di tengah kondisi yang terasa semrawut, bentuk perlawanan paling sederhana adalah tetap waras, tetap produktif, dan tetap punya harapan—serta terus berdoa.... (f)
Baca juga:
5 Cara Lebih Mindful Menghadapi Situasi Saat Ini
Penting untuk Tim Rebahan, 3 Hal Wajib Dilakukan Saat Weekend Selain Beres-beres
In This Economy, 3 Tip dengan Aromaterapi Ini Bisa Mengurangi Stres
Brianna Relisha