Pengalaman seperti inilah yang terasa semakin langka. Di Pulau Perhentian Kecil, bagian dari Kepulauan Perhentian di Terengganu, Malaysia, ketenangan menjadi kemewahan yang sesungguhnya, dan setiap perjalanan seolah mengajak untuk menikmati waktu tanpa terburu-buru.
Pagi itu, perjalanan Femina atas undangan AirAsia dimulai dengan menaiki Oriental Sky, kapal cruiser yang membawa rombongan menyeberang dari dermaga privat Fairfield by Marriott Kuala Besut menuju Pulau Perhentian Kecil, Terengganu, lokasi Perhentian Marriott Resort & Spa.
Semakin jauh kami meninggalkan daratan, warna laut berubah perlahan dari biru pekat menjadi gradasi toska yang nyaris transparan. Dari atas kapal, dasar laut mulai terlihat, sementara gugusan pulau hijau perlahan muncul di kejauhan.
Sesampainya di pulau, mudah dipahami mengapa Perhentian menjadi salah satu destinasi bahari yang begitu dicintai para penyelam. Pantainya masih alami, lautnya tenang, dan hampir setiap sudut menyuguhkan pemandangan yang membuat langkah spontan melambat.
Menginap 3 hari 2 malam di resor ini adalah pengalaman Femina yang sangat berkesan di pantai timur Semenanjung Malaysia. Resor dengan 200 kamar dan 16 vila ini memiliki bangunan-bangunan modern berkaki tinggi (mirip rumah panggung modern) yang berdiri di antara lebatnya hutan tropis.
Setiap bangunan memiliki 4 kamar bertingkat dengan 2 lantai, yang didesain mengikuti kontur alami pulau sehingga terasa menyatu dengan lanskap, tanpa mengubah karakter alam di sekitarnya. Saat memasuki kamar, suasana santai dan homy langsung menyentuh hati. Ini adalah destinasi liburan ketenangan.
Sebagian peserta berkayak dan snorkeling di Tranquility Beach, sementara sebagian lain menikmati snorkeling dan diving di antara hamparan terumbu karang dan ikan-ikan tropis yang berenang bebas dalam air sebening kristal di Romantic Beach.
Jika memiliki kamu memiliki skill diving yang mumpuni, pantai kedua ini akan memanjakan jiwa-jiwa pencinta bahari. Benar-benar romantisme yang menyatu dengan alam.
Perjalanan di pulau ternyata tidak hanya tentang laut. Kelas memasak hidangan khas Malaysia seperti Nasi Lemak dan Ikan Asam Pedas, juga melukis batik serta tie-dye, hingga meracik minuman, menjadi pengalaman yang memperlihatkan sisi lain Perhentian bahwa budaya lokal dapat dikenali melalui aktivitas sederhana yang terasa hangat dan personal.
Sontak, kemewahan hadir dalam bentuk paling sederhana: Qaktu yang berjalan lebih lambat dan keindahan alam di malam hari yang menciptakan momen intimasi.
Rasanya tepat sekali jika merencanakan perjalanan ke pulau ini dalam waktu dekat. Dengan dibukanya rute langsung AirAsia Jakarta-Kota Bharu mulai Juni 2026, akses menuju Kelantan dan Pulau Perhentian menjadi lebih mudah bagi wisatawan Indonesia yang ingin menjelajahi pesona pantai timur Malaysia.
Penerbangan dengan AirAsia rute Jakarta-Kota Bharu berangkat setiap Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu pukul 10.00 waktu lokal keberangkatan, dan tiba pukul 11.40 waktu setempat. Rute kembali dari Kota Bharu ke Jakarta dengan jadwal hari yang sama, berangkat pukul 12.10 waktu setempat dan tiba pada pukul 15.50 waktu lokal.
Sementara perjalanan dari Bandar Udara Sultan Ismail Petra Kota Bharu menuju Fairfield - Kuala Besut dapat ditempuh dengan kendaraan sewa sekitar 1 jam perjalanan.
Bila ingin membawa keluarga atau pasangan menyeberang ke Pulau Perhentian di pagi hari, pilihan menginap di Fairfield menjadi opsi terbaik pembuka pengalaman liburan bersama. Hotel dengan 98 kamar ini juga menawarkan berbagai makanan khas Terengganu dan internasional yang menggugah selera di area makan. Wajib coba sarapan di hotel ini! (f)
Laili Damayanti
Topic
#FlyAirAsia, #PerhentianMarriott, #VisitMalaysia2026, #PerhentianIslands, #MarriottHotels, #MarriottBonvoy, #FairfieldbyMarriottKualaBesut