Tampilan BTS selama 1 menit 45 detik (baru sampai dari Paris, langsung Gladi Resik, dan manggung prima) itu juga terlihat stylish. Banyak pengamat fashion memasukkan BTS sebagai best dressed di Halftime Show tanggal 19 Juli 2026 di New York New Jersey Stadium.
Dan gaya mereka dalam outfit merah-putih-hitam itu ternyata unya cerita tersendiri, referensi tentang budaya sepak bola Korea Selatan, tren fashion terkini, sampai dukungan terhadap desainer independen.
Blokecore versi BTS
Kalau belakangan kamu sering melihat jersey bola dipakai bareng cargo pants, sneakers, atau leather jacket, berarti kamu sedang melihat tren blokecore.Blokecore mengambil inspirasi dari budaya suporter sepak bola Inggris era 80-an dan 90-an, lalu fashion enthusiast mengubahnya menjadi fashion sehari-hari. Jersey nggak lagi cuma buat nonton pertandingan, tapi juga jadi fashion item dipadukan berbagai gaya modern.
BTS mengangkat tren ini ke level berikutnya.
Mereka mengenakan palet warna merah, putih, dan hitam ala tim nasional Korea Selatan sekaligus Red Devils, kelompok suporter resmi Negeri Ginseng. Jersey bernomor, emblem tim, hingga logo harimau lambang timnas sepak bola Korea muncul sebagai detail yang memperkuat konsep tersebut.
Yang bikin spesial? Seluruh outfit dibuat khusus untuk penampilan ini oleh bermacam jenama independen dan desainer baru internasional, membuat penampilan mereka terasa lebih personal.
Bocoran gaya tiap member
RM tampil dengan nuansa bikercore lewat setelan bernuansa racing dari LUEDER, jenama dari desainer berbasis di London, Marie Lueder. Penampilan RM dilengkapi sepatu dari jenama berbasis di New York, AKMÉ, serta sunglasses model futuristik dari proyek kreatif asal Berlin, Kuboraum.Lain lagi performance leader BTS, J-Hope, dalam tampilan blokecore klasik. Ia memakai celana lebar jenama dari desainer Arashi Yanagawa, John Lawrence Sullivan, dipadukan custom T-shirt dari jenama streetwear Korea, Protocol Index.
Jimin memilih gaya mirip J-Hope, dengan jersey dari jenama berbasis di London, Agro Studio, dan celana berpanel jenama Tiongkok, J E CAI. J E CAI juga dipilih Jin yang tampil serbamerah dengan jaket dihiasi emblem bertema sepak bola.
Celana merah J E CAI ikut dipakai V, yang memadukannya dengan jaket kulit vintage Dirk Bekkembergs. Pemilihan ini sekaligus penghormatan untuk Bekkembergs, desainer Belgia yang memang punya sejarah panjang dengan mendesain seragam sepak bola berbagai tim.
Suga yang dikenal sebagai penggemar sepak bola memakai jaket jenama streetwear Inggris, Palace, dengan emblem Red Devils dan angka 7 di bagian belakang, celana kulit dari Vain asal Finlandia, dan sepatu Akmé.
Sementara itu, Jungkook yang tampil bergaya lebih rebel dalam racercore memakai jaket kulit custom dari jenama DIRT karya Courtney McWilliams, desainer asal Inggris, juga scarf Courtney McWilliams.
Terselip jenama luks Italia untuk sunglasses Jungkook, yaitu Proper Eyewear.
Detail kecil yang ternyata penuh makna
Kalau diperhatikan lebih dekat, aksesori mereka juga bukan asal pilih.Seluruh member mengenakan perhiasan dari jenama berbasis di London, DOSIS G6C, yang didesain bertema sepak bola, mulai dari peluit wasit, bola, hingga bintang juara Piala Dunia. Beberapa aksesori bahkan dibuat personal menggunakan inisial masing-masing member.
Sementara angka 7 bukan sekadar nomor punggung, melainkan simbol tujuh anggota BTS yang tetap menjadi satu tim, baik di atas panggung maupun di luar panggung.
Dan mungkin itulah alasan kenapa penampilan nggak sampai 2 menit ini terasa begitu memorable, karena yang mereka kenakan bukan sekadar kostum, melainkan cerita yang dijahit menjadi fashion statement. (f)
Zornia Harisantoso