Health & Diet
Yayasan Jantung Indonesia Gelar Kampanye Lawan Hipertensi, Silent Killer yang Mengancam Segala Usia

20 Jun 2025

Mengendalikan hipertensi jadi pencehan penyakit kardiovaskular. Foto ilustrasi: Canva


Mentang-mentang masih muda, jangan anggap enteng hipertensi atau tekanan darah tinggi, yang sering dianggap masalah kesehatan lanjut usia. 

Ternyata, data menunjukkan bahwa generasi muda di Indonesia juga rentan terhadap kondisi ini. 

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tensimeter sebesar 10,7% pada kelompok usia 18-24 tahun dan 17,4% pada kelompok 25-34 tahun.

Fakta yang mengejutkan, mengingat hipertensi dapat menjadi silent killer tanpa gejala awal yang jelas.

"Di Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa menderita hipertensi, namun mayoritas tidak menyadarinya," kata Annisa Pohan Yudhoyono, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengungkapkan bahwa hanya 34% penderita hipertensi di Indonesia yang menyadari kondisi mereka, sementara hanya 8% yang mengelola penyakitnya dengan baik melalui pengobatan dan gaya hidup sehat. 

Padahal, hipertensi kini semakin banyak menyerang kelompok usia muda akibat gaya hidup tidak sehat, seperti:

Kebiasaan merokok: Nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan detak jantung, yang memicu tekanan darah tinggi.

Konsumsi garam berlebihan: Asupan natrium yang tinggi berkontribusi pada retensi cairan dan peningkatan tekanan darah.

Kurang aktivitas fisik: Gaya hidup sedentari memperburuk risiko obesitas dan hipertensi.

Stres berkepanjangan: Stres kronis dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik (sering dikaitkan pada respons fight or flight), yang berdampak pada peningkatan tekanan darah.

Advertisement
"Deteksi dini hipertensi sangat penting karena kondisi ini sering tanpa gejala. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah secara diam-diam, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal," ungkap dr. Ario Soeryo Kuntjoro, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Annisa Pohan (tengah) di acara Heart Run with Community yang digelar YJI di CFD 15 Juni 2025. Foto: Dok. YJI

Karena itu, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menggelar kampanye nasional bertajuk Lawan Hipertensi, Dimulai dari Deteksi Dini. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengendalian hipertensi sebagai langkah pencegahan penyakit kardiovaskular.

"Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah sebagai langkah awal pencegahan," jelas Annisa.

Sebagai salah satu bagian dari kampanye ini sekaligus memperingati Hari Hipertensi Sedunia (17 Mei), YJI menggelar Heart Run with Community pada 15 Juni 2025 di Car-Free Day Sudirman, dihadiri oleh Pengurus dan Pengawas YJI, serta Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

Pada hari yang sama, YJI juga menyelenggarakan Gebyar Senam Jantung Sehat di Lapangan Banteng, yang diikuti lebih dari 5.000 peserta dari berbagai wilayah, termasuk Klub Jantung Sehat (KJS) dari Banten, Jawa Barat, dan lima korwil di Jakarta. 

Gebyar Senam Jantung Sehat di Lapangan Banteng diikuti lebih dari 5.000 peserta. Foto: Dok. YJI
 
Acara ini semakin meriah dengan penampilan dinamis dari kelompok KJS yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat tahun ini.

Dengan kolaborasi lintas sektor, YJI juga terus menggiatkan kampanye Lawan Hipertensi, Dimulai dari Deteksi Dini melalui:
- Pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi kesehatan gratis
- Diskusi kesehatan dengan pakar kardiologi, termasuk bersama dr. Ario Soeryo Kuntjoro, Sp.JP(K)
- Kampanye gaya hidup aktif.

Yuk, kita terus bergerak, hidup sehat, rutin cek kesehatan, dan jaga jantung kita untuk diri sendiri dan orang-orang tercinta! (f)

Baca juga:
Dengarkan Jantungmu! Fakta Soal Heart Rate Ini Wajib Diketahui Pelari Pemula
Gaya Hidup Aktif Sepulang Kerja Dapat Mendongkrak Produktivitas
Whey Protein, Nutrisi Pembentuk Tubuh Sehat Berisi



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?