- Sama halnya dengan penyakit-penyakit lainnya, pahami kondisi tubuh sebelum melakukan hubungan seksual. Seperti halnya olahraga, aktivitas bercinta sudah tentu memacu naiknya tekanan darah. Bila tekanan darah naik secara drastis akibat aktivitas berat, dalam waktu singkat pembuluh darah dapat pecah dan dapat menyebabkan stroke.
- Jika tekanan darah di atas angka 200, maka penderita hipertensi tidak dianjurkan berhubungan seks. Tetapi, bila tekanan darah masih sekitar 150/90, maka penderita hipertensi masih terbilang aman untuk melakukan hubungan intim. Sebelum bercinta, pastikan juga tekanan darah dalam keadaan stabil.
- Untuk menghindari tekanan darah naik secara tiba-tiba, lakukan pemanasan yang cukup. Lalu, akhiri aktivitas bercinta dengan cooling down berdua. Yang terpenting, tak perlu memaksakan diri mencoba beragam gaya hanya sekadar untuk dipuji pasangan.
Kolesterol
- Pada pria, penyakit kolesterol dapat menyebabkan disfungsi ereksi yang disebabkan kacaunya pembuluh arteri dan terbatasnya aliran darah pada penis akibat tumpukan kolesterol. Sedangkan pada wanita, penyakit ini mengakibatkan pasien sulit terangsang karena aliran darah di sekitar pinggul terhambat oleh akumulasi kolesterol dalam arteri.
- Konon, kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat statin. Dokter Hudi juga berpendapat, konsumsi obat statin sesuai dosis tidak berakibat buruk pada kehidupan seks penderita kolesterol dan pasangannya. Tetapi, bila dikonsumsi secara berlebihan, obat ini malah bisa menyebabkan menurunnya libido.
- Untuk itu, agar kepuasan seksual tetap terjaga, penderita sebaiknya melakukan diet rendah kolesterol. Salah satunya dengan memperbanyak makan sayuran agar kolesterol lemak jenuh meningkat. Berdiet secara disiplin akan membantu pasien mendapatkan kembali kepuasan bercinta dengan pasangan, termasuk menjaga stamina untuk bereksperimen dengan berbagai posisi bercinta.