“Tiap lima menit, baru boleh diaduk. Untuk menjaga kematangan dan aromanya,” jelas Bude Nanik. Aku sendiri masih bergelut dengan hatiku yang tak bisa menerima begitu saja kenyataan yang baru kudengar tentang Papa. Jelas, Papa masih mencintai wanita bernama Lilian itu. Aku sepenuhnya yakin, bahkan hingga Mama meninggal, Mama tidak pernah benar-benar bisa menggenggam hati Papa. Aku terluka untuk Mama.
“Satu rahasia kelezatan tim daging ini adalah jika kuahnya sudah berubah bening, maka api harus segera dipadamkan dan langsung disajikan hangat-hangat,” Bude Nanik memungkas rahasia yang jelas didapatkannya dari wanita masa lalu Papa itu.
Siti Mutiah
Unggulan Sayembara Cerpen Femina 2016
Cek koleksi fiksi femina lainnya di:
http://www.femina.co.id/fiction/
Topic
#fiksifemina