“Kondisi Papa sekarang gimana?” tanya Mbak Sitha.
“Masih seperti kemarin, tiap tiga hari sekali kontrol. Gantian, kadang Mas Pras yang mengantar, kadang aku. Kadang Mbak Mitha dan suaminya.” Belakangan, kondisi kesehatan Papa memang tidak begitu baik. Kontrol ke dokter makin rutin. Selain gula darah, Papa mengalami pembengkakan dinding jantung. Malah, dua minggu belakangan ini Papa kehilangan selera makannya sama sekali. Masakan apa pun yang aku sajikan di meja makan, sama sekali tak menarik perhatiannya. Padahal, aku terus menyajikan jenis masakan berkuah seperti kesukaannya: sayur asem, pindang ikan, sup, sayur bening, dan jenis masakan berkuah lain yang relatif mudah dibuat.
Barulah saat aku berusaha sabar menanyakan, barangkali ada masakan tertentu yang diinginkan Papa, Papa menatapku dengan mata bundar. Ada harapan yang berpendar di wajah Papa.
“Papa ingin menyantap tim daging,” jawaban Papa melegakanku. Aku tak banyak bertanya lagi. Perihal aku tak pernah menyantap, apalagi memasaknya, bukan lagi hal penting. Ada internet tempatku bertanya segala hal. Yang terpenting adalah sudah mengetahui jenis makanan yang diidamkan Papa, tim daging.
Topic
#fiksifemina