Fiction
Cerpen: Ombak dan Layang-Layang Ekor Panjang

2 Jun 2017

KEMUDIAN pagi ini, Komala menjadi anak yang menuntut. Padahal Anumbar belum selesai membuat sarapan untuk mereka. Entah apa yang dijanjikan lelaki dengan kruk itu kemarin. Sebab Komala ingin melihat layang-layang miliknya terbang. Perjalanan menuju lahan kosong itu terasa berbeda kali ini. Anumbar enggan. Komala riang. Anumbar tidak ingin ada orang lain di tempat dia ingin sendiri. Gadis kecilnya sibuk berceloteh tentang lelaki itu. Karena dia telah bertemu teman bermain selain Anumbar.

Benar saja, laki-laki itu sudah berada di bawah pohon manggis. Anumbar merasa terusik dengan sosok itu. Komala berlari mendahului Anumbar sambil berteriak senang. Layang-layang ekor panjangnya membuat dia kewalahan mengatur langkah. Tanpa rasa curiga, ia menghambur ke dalam gendongan laki-laki itu. Tawa ringan lelaki itu mulai mengusik rasa simpati Anumbar.
Advertisement

"Hai, kalian datang tepat waktu. Kami sudah janjian sebelumnya," sapanya saat Anumbar mendekat.
Anumbar bahkan tak percaya Komala mengerti tentang janji bermain. Sepertinya lelaki itu habis bercukur. After shave-nya beraroma laut, dan membawa debur ombak kepada Anumbar.
 


Topic

#FiksiFemina

 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?