Fiction
Cerpen: Ombak dan Layang-Layang Ekor Panjang

2 Jun 2017

 
TIBA-TIBA Anumbar sadar. Ada yang terasa janggal. Kenapa padang ini mendadak sepi? Bahkan suara dengung lebah pada kuntum bunga putri malu terasa lebih nyaring. Masalahnya adalah tidak terdengar suara tawa Komala. Ke mana gadis kecil yang nakal itu? Pandangannya nanar sejauh pandang dan semak liar di lahan kosong ini. Kakinya sudah jauh ke batas utara lahan. Matahari pagi menjelang tinggi. Anumbar menyeka keringat yang meleleh dari keningnya.
Akhirnya dia tidak tahan untuk tidak memanggil.

"Komala!"
Panggilannya berbalas sahutan dari hantu gema, memantul-mantul di sela pohon liar. Dadanya mulai sesak. Kepada siapa dia meminta bantuan di tempat asing seperti ini? Samar-samar didengarnya ada suara tawa halus yang dikenalnya dari balik kerimbunan pohon pisang dan rumpun bambu. Ia juga mendengar gemercik air di tengah desau daun bambu.

"Komala, kamu membuat Mama cemas," panggilnya dengan wajah marah.
Advertisement
Gadis kecil itu terperanjat dengan raut ketakutan, tangannya memegang sebuah layang-layang berekor panjang. Laki-laki muda di sebelah Komala juga terkejut, buru-buru meraih kruk di sebelahnya untuk berdiri.
"Maaf, aku tidak tahu kamu mencarinya," sapa laki-laki itu.

Ia berusaha meneguhkan tubuhnya. Komala buru-buru menghambur ke arah Anumbar. Tubuh mungilnya susah payah menjaga layang-layang di tangannya. Cat lukisan pada layang-layang itu terlihat masih basah, ada bagian yang meleleh.
"Kita pulang, Komala. Sudah siang," ucap Anumbar seraya menarik lengan Komala.

Gadis cilik itu menggelengkan kepalanya kuat-kuat, membuat rambut keritingnya bergoyang-goyang. Sifat keras kepalanya kambuh lagi, bersiap melengkingkan tangis. Anumbar sedang tidak ingin berbasa-basi dengan laki-laki asing itu. Buru-buru diraihnya Komala ke dalam gendongan dan melangkah pergi.
"Besok kita main layangan lagi, ya...," bujuk laki-laki itu dengan senyumnya yang memikat.
 
***
 


Topic

#FiksiFemina

 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?