Jelas sekali Radit melihat ulangan adegan romantis itu dari balik pintu kamar Catleya, seminggu yang lalu, saat lelaki itu mengalami kecelakaan dan harus dirawat inap di sana. Percakapan-percakapan di dalam ruangan itu juga masih terekam dengan jelas di ingatannya. Membuat kepalanya berdenyut kencang. Bingung. Harus mendudukkan dirinya di posisi yang mana. Objek pengkhianatan, atau justru makhluk paling jahat yang telah memisahkan ikatan dua hati yang telah terikat dalam rasa.
Radit dapat melihat dengan jelas. Tubuh mungil Btari dalam balutan T-shirt motif garis-garis dan rambut diikat scarf kuning, sedang asyik bercumbu dengan aneka tanaman yang tumbuh subur di dalam wadah polybag yang berjajar rapi mengelilinginya. Terkadang Btari membungkukkan badan, sekadar mengecek kelembapan tanah. Selang beberapa detik kemudian mata indah itu dengan teliti mengamati tiap jengkal batang, daun, atau kuncup-kuncup bunga yang mulai mekar. Memastikan apakah terdapat hama atau penyakit yang akan merusak tanaman kesayangannya itu.
Tak ada yang berubah dalam cara Btari memperlakukan tanaman-tanaman itu, sama halnya seperti Btari memperlakukan dirinya. Walau kini, seseorang dari masa lalu itu kembali hadir dan menawarkan sesuatu kepadanya. Dari dulu, Btari memang paling pintar menyembunyikan perasaannya.
Topic
#FiksiFemina