Penghargaan ini bagian dari apresiasi khusus menjelang penganugerahan Asia's 50 Best Bars 2026, yang disponsori oleh Perrier dan akan berlangsung di Wynn Palace, Makau, pada 28 Juli mendatang. Penghargaan ini diberikan kepada sosok yang dinilai memberikan dampak positif bagi industri bar melalui kepemimpinan, hospitality, serta kontribusinya terhadap komunitas koktail.
Kemampuan Shelley berkembang saat bekerja di berbagai bar ternama seperti FINDS dan Quinary. Pada 2019, ia dinobatkan sebagai Diageo World Class Competition 2019 HK & Macau Bartender of the Year, sebuah pencapaian yang mengantarkannya menjadi Operations Director di Nutmeg & Clove, Singapura. Bar tersebut menempati peringkat ke-24 dalam Asia's 50 Best Bars 2025 dan peringkat ke-50 dalam The World's 50 Best Bars 2025. Femina pernah menyambangi bar ini di sebuah fam trip beberapa waktu lalu.
Setelah lima tahun berkarier di Singapura, Shelley kembali ke Hong Kong untuk mewujudkan impiannya mendirikan Mius, sebuah neighbourhood cocktail bar dengan filosofi "simple things, done well”.
Andalannya seperti Highball tanpa es, demi menjaga kejernihan rasa dan tekstur. Ada juga Garibaldi yang disempurnakan dengan racikan khas Mius, serta Dirty Margarita, memadukan tequila, fennel pollen, zaitun, gentian, dan jeruk nipis.
Mius cepat mendapat apresiasi dari komunitas bar di Hong Kong berkat pendekatan yang tidak berlebihan serta pelayanan yang mengutamakan tamu.
"Saya benar-benar merasa terhormat menerima penghargaan ini, terlebih karena diberikan oleh komunitas bartender yang saya hormati,” ujar Shelley, diambil dari rilis pers Asia's 50 Best Bars 2026.
Emma Sleight, Director of Content & Creative Asia's 50 Best Bars, mengatakan bahwa bar berskala lingkungan dapat memberikan pengaruh budaya yang sama besarnya dengan institusi yang lebih besar. (f)
Trifitria Nuragustina
Topic
#kuliner