Kaum muda akan lebih fokus pada experience saat makan. Harga yang pas di kantong dan faktor instagrammable menjadi peluang bagi pebisnis kuliner untuk terus berinovasi. Maraknya media sosial harus bisa dimanfaatkan sebagai peluang branding. Apalagi sekarang, orang lebih percaya peer review dibandingkan iklan.
5/ Aulia Puspitaningayu, Penulis Boga
Dunia kuliner makin marak berkat peran media sosial. Masyarakat juga peduli dengan apa yang mereka konsumsi. Ada kecenderungan memilih healthy food, sekaligus mengurangi kadar gula.
Racikan kopi akan terus berkembang. Kedai-kedai kopi berkonsep take away dengan harga yang relatif murah makin banyak. Interior makin instagrammable. Ada pula sebagian masyarakat yang belum move on dari Thai tea.
6/ Shinta Teviningrum, Pendiri-Pengurus Komunitas Akademi Kuliner Indonesia
Kali ini mungkin masih seperti tahun lalu, ayam geprek dengan berbagai aliran masih akan hits. Demikian juga dengan kopi yang masih punya celah untuk berkembang.
Muncul kecenderungan pada sekelompok orang untuk memilih makanan organik, gluten free, atau vegan. Plant-based protein food, misalnya veggie burger, mulai berkembang seiring edukasi. Lainnya, segala yang berbahan jamur. Edible flower lagi-lagi masih mewarnai piring makan, sehingga koki perlu memiliki cukup banyak pilihan bunga agar tidak terlalu terjadi pengulangan. (f)
Baca Juga:
Tren Dessert di 2019 Menurut Prediksi Nina Bertha
Topic
#foodtrend, #trenkuliner