Musim ini, jika kamu pencinta kuliner Franco-Asian, khususnya paduan Jepang dan Prancis, kamu bisa memercayakan pilihan menu santap malam istimewa kepada Ironplate Summer Omakase.
Inilah menu edisi terbatas di Ironplate, Franco-Asian steakhouse on teppan, yang memadukan intensitas khas teppan dengan kesegaran musim panas. Terinspirasi melimpahnya hasil panen di musim yang lebih hangat, menu ini menampilkan harmoni antara kekuatan api dan sentuhan teknik memasak yang presisi.
Di Ironplate, api selalu menjadi penerjemah setiap musim—memperdalam cita rasa, menyempurnakan tekstur, sekaligus menghadirkan karakter alami dari hidangan laut, manisnya sayuran musim panas, hingga potongan daging premium yang dipilih secara khusus.
Teppan atau wajar logam datar menjadi tempat dibuatnya hidangan utama di Summer Omakase. Di atas teppan, para chef tidak memamerkan kobaran api dalam memasak, tapi menunjukkan bagaimana perbedaan panas bisa menciptakan gradasi rasa dari berbagai bahan.
Setelah palet rasa tergugah dengan roti dan homemade butter dari Ironplate, Femina menikmati Summer Omakase, menu makan malam 9-course (bisa jadi 10-course jika kamu menambahkan A5 Rosu).
Cita rasa musim panas yang segar terasa dari Hamachi, menu pertama, yang menghadirkan kelembutan ikan hamachi (ekor kuning) dengan tekstur renyah nasi kering dengan keasaman lembut green strawberry, amazu (cuka manis khas Jepang), dan jalapeño.
Selanjutnya, Femina mencicipi 9+ Bresaola, yang terdiri atas daging sapi dry-aged yang lembut, ditemani yaki nasu (terung panggang beraroma smoky) dan dwarf tomato. Tomat supermungil ini memiliki rasa manis alami yang menyeimbangkan rasa hidangan ini dalam satu suap.
Sambil Femina menghabiskan 9+ Bresaola, chef di meja kami mulai menyiapkan teppan, bersama daging sapi dan ikan untuk hidangan utama.
Kemudian Devilled Egg pun datang—telur dengan foie crèmeux dan beef bacon renyah. Gurih dan kaya rasa.
Hidangan berikutnya pun begitu kaya rasa, Ika Tagliatelle. Bedanya, “tagliatelle” di sini bukan pasta biasa, melainkan dibuat dari sotong, disajikan bersama shio kombu, pomelo, dan caviar. Rasanya? Jangan tanya... ‘pasta’ superlembut dengan kuah asam-segar ini terkenang-kenang di palet rasa hingga lama!
Paduan kuliner Jepang-Prancis sangat terasa di sini; onion soup khas Prancis dihidangkan bersama yaki tofu (tofu dipanggang hangat), dan gulungan burisuke (irisan tipis daging sapi) dengan keju gruyère. Ah... menceritakannya saja auto drooling sendirian!
Hidangan demi hidangan dalam Summer Omakase ini memang seperti mendaki palet rasa. Apalagi setelah Shiromi ada di depan mata. Filet daging putih ikan amberjack nan lembut dipanggang pas, disajikan dalam saus miso beurre blanc dan apple fennel slaw yang memberikan permainan tekstur. Nom nom!
Puncaknya tentu saja Misuji, daging AUS Wagyu 7 alias wagyu beef asal Australia dengan tingkat marbling 7. Medium jadi tingkat kematangan di meja kami, bersama saus burnt leek béarnaise, furikake, dan grilled purple carrot untuk menambah rasa manis alami.
Sebagai penutup, Yoghurt Granita yang diperkaya keju gorgonzola, walnut, dan nashi (pir Korea), menetralkan palet rasa. Sehabis itu, rhubarb compote memberikan kesegaran pada Mille-Feuille, dipadukan krim mascarpone dan arbei sorbet.
Sebuah akhir yang ringan sekaligus merepresentasikan semangat musim panas—dan ternyata ada ‘epilog’. ‘Kotak harta karun’ berisi makaron, praline dan financier jadi penutup manis yang memuaskan pengalaman kuliner ini.
Ironplate Summer Omakase tersedia hingga akhir September 2026, dan jangan lupa reservasi dulu. (f)
IRONPLATE
MD Place Lantai 12
Jln. Setiabudi Selatan No.7, Kuningan
Jakarta Selatan
Baca juga:
Di BanJoo, Kita Diajak Kembali ke Meja Makan Menikmati Soul Food Modern Korea
Mulai Juni, Animale Kembali Sajikan Sunday Roast
Menikmati Brunch di Sala Bistro Jakarta, Destinasi di Area Hits Baru Jaksel
Zornia Harisantoso
Topic
#kuliner