Di Ubud, Chef Syrco Bakker mendalami pertemuan bahan lokal dan teknik modern, melandasi pembuatan menunya dengan prinsip TNT, yaitu Transparency, Nature, dan Traceability. Dari POV seorang chef yang sebelumnya lebih dekat dengan bahan Eropa, bahan artisan lokal diberi pendekatan baru yang menarik.
Selama tiga minggu, tanpa harus ke Ubud, para pencinta kuliner di Jakarta dan sekitarnya bisa menikmati racikan Chef Syrco Bakker di Altitude Grill di lantai 46 The Plaza, Plaza Indonesia, Jakarta.
Chef Syrco Bakker, yang berdarah seperempat Indonesia, mengangkat bahan lokal, terutama dari Bali, ke dalam menu yang memiliki narasi tersendiri, dan dalam sentuhan cita rasa yang akrab tapi lebih elevated.
Pengalaman bersantap ala Syrco BASÈ di Jakarta ini dimulai dengan tiga kudapan gurih yang membangkitkan cita rasa: Cabbage–kol bersama green chili shio koji dan nori, Shrimp–ditemani kalamansi dan jicama, serta Smoked Eel yang disajikan dalam bentuk tartelette dengan lobak dan tarragon.
Hidangan pembuka:
Hamachi - rock melon + saus santan (lembut dan menyegarkan, dengan ikan yang diawetkan selama beberapa hari)
Steak Tartare - dengan cita rasa rendang (lembut banget)
Crayfish - dipanggang dengan perasan limau (aroma + rasa menggugah harmonis)
Duck Betutu - disajikan dengan taro rosti + moringa (crunchy dan rasanya juara!).
Spiny Lobster - dalam bentuk chawanmushi dengan jamur + Bali XO (chawanmushi versi luks yang lumer di mulut)
Hidangan utama:
Organic Vegetables - bersama saus yogurt dan serundeng–kata sang chef, “Root vegetables tidak harus jadi membosankan”
Nasi Ulam - lengkap dengan bumbu aromatik + acar (dijamin mau nambah; nasinya dari beras merah produksi Jatiluwih, Bali)
Slowcooked Beef - dengan sambal Andaliman + taburan kacang kenari.
“Banyak bagian daging sapi yang bisa diolah, dan yang lembut tidak hanya tenderloin,” kata Chef Syrco Bakker, yang meracik menunya berawal dari bahan, dan menyorot kekayaan kuliner lokal.
Sebagai hidangan penutup, Chef Syrco Bakker meracik Pure Chocolate dilengkapi granita sirsak, potongan avokad, dan es krim vanila. Dessert ini adalah reinterpretasinya akan jus alpukat khas Indonesia, dan mesti dicampur sebelum dinikmati dalam satu suapan.
Santapan ini juga ditemani pairing minuman–Femina mencoba versi 0% alkohol alias mocktail. Ada Tea & Tonic (racikan teh herba dengan tonik), Aloe (aloe vera + apel hijau dengan sentuhan cengkeh), Yeh Salak (air salak dengan madu liar–rasanya unik dan enak!), Red Shrub (campuran buah naga, stroberi, jicama, dan sedikit cuka), serta Cascara (sitrus, kayu manis, dan asem yang menyegarkan).
Chef Syrco Bakker juga menyajikan dua kue di akhir santapan, termasuk yang terinspirasi sayur asem, namun dalam versi manis dari rasa melinjo.
Perjalanan rasa ini tak hanya waktunya yang terbatas–hingga 7 Maret 2026, tapi juga kapasitasnya. Karena itu, reservasi dulu sebelum menikmati karya Chef Syrco Bakker dan tim Syrco BASÈ di Altitude Grill, Plaza Indonesia, Jakarta. (f)
Baca juga:
Grand Opening Syrco BASÈ, Terbaru yang Berskala Fine di Ubud
Foraging, Tren Cari Bahan ke Hutan Bakal Jadi Isi Tur Chef Syrco Bakker
Barisan Bartender di Restoran Syrco BASÈ Borong Piala Kompetisi
Zornia Harisantoso