Foto: Dok. Tim Muara Bagdja
Sementara itu, Ariy Arka yang mengangkat isu virus Corona dan pentingnya perawatan alam tampil memanfaatkan kain perca pada embroidery grafis acak dan pola potong kontemporer dan padu-padan dramatis. Tak banyak berbeda dari Ariy Arka, Ayu Dyah Andari kembali terjebak dengan aplikasi permainan bunga mawar yang selalu didapuk sebagai inspirasinya yang sudah tidak memberi kejutan dan terasa tak ada perkembangan, meski tetap ada implementasi penggunaan kain perca pada rancangannya.
Namun yang menjadi pertanyaan besar bukanlah presentasi parade dari keempat founders dari Fashion Rhapsody dan Harmoni Bumi. Sesi presentasi penutup yang dipercayakan kepada Ivan Gunawan yang seharusnya dapat menjadi rangkuman intisari dari tujuan diadakannya pagelaran mode ramah lingkungan justru seakan mempertanyakan tujuan dari diselenggarakanya acara tersebut.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih jauh.
Topic
#ReportaseModeFemina, #HarmoniBumi, #FashionRhapsody