Family
Najwa Shihab hingga Maudy Ayunda Ramaikan Festival Pahlawan Anak 2026 d Gandaria City

18 Aug 2026

 Pengunjung anak belajar siapkan Tas Siaga Bencana. (Foto: Dok. STC)


Festival Pahlawan Anak digelar di Main Atrium Gandaria City, Jakarta, pada 13–16 Agustus 2026. Menandai 50 tahun Save the Children Indonesia, festival ini membawa isu perlindungan anak ke format yang lebih mudah dicerna keluarga: pameran imersif, permainan edukatif, diskusi, hingga pertunjukan musik.

Mengusung tema “Act Now, Save Lives”, festival ini berangkat dari gagasan sederhana bahwa perlindungan anak tidak hanya berlangsung di ranah kebijakan atau institusi. Di rumah, orang tua bisa memulainya dengan mendengarkan anak, menghargai pendapat mereka, mengenalkan batas tubuh, serta menciptakan ruang yang membuat anak merasa aman untuk bercerita.

“Peran kita dapat dimulai dari hal-hal sederhana: mendengarkan anak, menciptakan ruang yang aman, menghargai pendapat mereka, dan hadir ketika mereka membutuhkan dukungan,” kata Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.


  Maudy Ayunda di sesi "Kita Biasa Apa untuk Anak Indonesia". (Foto: Dok. STC)
 

Dari Najwa Shihab hingga Maudy Ayunda

Festival menghadirkan cukup banyak nama dari dunia media, musik, film, dan keluarga. Najwa Shihab, Maudy Ayunda, Rossa, Kris Dayanti, Putri Ariani, Nadine Chandrawinata, Quinn Salman, Angga Sasongko, Cut Malaya Ayesha, Amora Lemos, Salman Aristo, Gina S. Noer, hingga Efek Rumah Kaca dijadwalkan terlibat dalam sesi diskusi maupun pertunjukan.

Topiknya mencakup pengasuhan, pendidikan, kesehatan, kreativitas, hingga perlindungan anak. Yang penting, percakapan tidak hanya datang dari perspektif orang dewasa. Perwakilan jejaring anak dan orang muda Save the Children Indonesia juga dilibatkan untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka.

Festival dibuka dengan dukungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi serta Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono Anung.

 Konferensi pers empat hari Festival Pahlawan Anak. (Foto: Dok. STC)

Belajar Soal Tubuh hingga Kesiapsiagaan Bencana

Bagian yang relevan untuk dikunjungi bersama anak adalah sejumlah aktivitas yang menerjemahkan isu cukup serius menjadi pengalaman yang lebih interaktif.

Dalam Ruang Aman Immersive Experience, misalnya, pengunjung diajak memahami arti ruang aman bagi anak melalui pengalaman imersif dengan naskah monolog karya penulis skenario dan produser Salman Aristo.

Sementara di area Edu Fun Games, anak dapat belajar menyiapkan Tas Siaga Bencana, mengenal komposisi makanan bergizi melalui permainan Isi Piringku, serta memahami batas dan perlindungan tubuh lewat permainan Tubuhku Adalah Milikku. Materi seperti ini membuat festival punya fungsi lebih dari sekadar agenda akhir pekan keluarga.

Festival Pahlawan Anak terselenggara dengan Gandaria City sebagai lokasi acara dan Narasi sebagai strategic partner, serta dukungan sejumlah perusahaan dan media. Gandaria City juga menjalankan program donasi buku anak melalui Pakuwon Peduli.

Pada akhirnya, bagian paling menarik dari festival ini justru bukan deretan nama besar yang hadir. Pesannya cukup praktis untuk dibawa pulang: perlindungan anak dibangun dari kebiasaan sehari-hari di rumah, bagaimana orang dewasa mendengarkan, menghargai batas, dan memberi anak ruang untuk bersuara. (f)

Advertisement

Baca juga: 
Gaya Hidup Aktif, Jaga Tulang Kuat
Mikael Jasin Membawa Omakafé Pulang ke Akar Lewat Season Terbaru
Hongqi, Merek Mobil Tertua di Tiongkok, Resmi Masuk Indonesia



Trifitria Nuragustina


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?