Foto: Indra Ayu
Bersamaan dengan momentum ini, Alun Alun Indonesia mengundang O’bin, pendiri BINhouse sebagai narasumber program acara bulanannya, Kenal Lebih Dekat, yang bertempat di restoran Palalada, awal Oktober lalu.
Dalam acara ini juga, O’bin berbagi awal kisah kecintaannya pada kain yang berawal dari kekaguman pada mendiang ibunya yang selalu menggunakan kain. Setiap menghadiri suatu acara, ibunya memiliki kebiasaan bersiap-siap dengan mengeluarkan seluruh koleksi kain dan kebaya dari dalam lemari. Setelah itu, barulah O’bin kecil bertugas melipat dan merapikannya kembali.
Belajar mencintai kain sejak usia dini, O’bin mulai mengoleksi kain dari berbagai negara. Mulai dari kain chintz yang mengkilap, hasil dari gerusan kerang, hingga kain bermotif buketan yang diambil dari kata bouquet. Pada tahun 1986 O’bin mendirikan BINhouse Indonesian Creation. Ia mengaku seluruh koleksinya tidak terpaku pada konsep, warna, maupun musim tertentu. Walaupun begitu O’bin dan mendiang suaminya tidak berhenti berinovasi. Seperti pada inovasi terbarunya, batik pada bahan cashmere. Saat ini, BINhouse memproduksi sekitar 20.000 meter kain handmade per bulannya. (f)
Baca Juga:
Topic
#obin