Setelah sukses mendirikan butik di Paris, Deauville dan Biarritz serta memperkenalkan “the Chanel style” kepada dunia, Gabrielle “Coco” Chanel berhasrat mencipta sebuah wewangian yang aromanya mampu mencerminkan wanita masa kini. Lalu pada musim panas 1920, Chanel pergi berlibur ke Cote d’Azur bersama kekasihnya. Di sana ia mendengar tentang perfumer kenamaan, Ernest Beaux, yang tinggal tak jauh dari Grasse, pusat industri perfume di masa itu, dan mengajaknya untuk bekerjasama. Setelah percobaan selama berbulan-bulan, Beaux akhirnya berhasil membuat 10 contoh wewangian untuk dipresentasikan kepada Chanel. Contoh wewangian tersebut ditandai dengan nomor, yakni 1-5 dan 20-24. Dan Chanel memilih nomor 5, sehingga wewangian itu dinamai Chanel No 5.
Chanel No 5 diperkaya dengan aroma jasmine, rose, sandalwood dan vanill. Kombinasi aroma-aroma itu konon membangkitkan memori masa kecil Chanel sekaligus menonjolkan kemewahan hidup yang ia jalani. Menariknya, cara Chanel memperkenalkan Chanel No 5 sangatlan unik. Ia mengundang Beaux dan sahabat-sahabatnya ke sebuah restoran mewah di Riviera dan sengaja menyemprotkan Chanel No 5 pada tiap meja tamu. Lewat strategi marketing itu, para wanita yang melewati meja para tamu menjadi penasaran dan ingin segera memiliki wewangian yang tahun ini telah berusia 95 tahun. (f)