Sesuatu yang masih hilang inilah yang coba diisi oleh Dr Hooman Samani, peneliti di National University of Singapore (NUS), dan Constatinos Demetriades. Keduanya menjadi motor dari Kissengers Pte Ltd, yang berada di bawah NUS. Selama 18 bulan, keduanya mengembangkan teknologi “bibir jarak jauh” yang mengirimkan ciuman pasangan melalui serat optik internet ke bibir Anda.
Perbedaannya dengan aplikasi serupa yang ada di gadget Anda adalah, alat bernama Kissenger yang berbentuk bola dengan cetakan bibir di bagian depannya ini akan mengirimkan ciuman dengan efek yang menirukan bentuk dan gerakan dari bibir penciumnya. Hasilnya, Anda benar-benar mengalami sensasi asli yang biasa Anda rasakan saat berciuman langsung dengan pasangan!
Harapannya, teknologi ini dapat merekreasikan efek yang diciptakan oleh kecupan aslinya. Sebab, secara ilmiah, berciuman mampu merilis hormon Oxytocin yang bertanggung jawab dalam mempererat ikatan emosional di antara pasangan dan menebarkan rasa bahagia. Kissenger sendiri masih terus dikembangkan untuk produksi masal. Sehingga baru bisa diperoleh dengan cara pemesanan. Sebuah Kissenger dilepas dengan harga 49,99 dolar AS, atau sekitar Rp500 ribu-an.
Naomi Jayalaksana
Foto: Corbis